Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Menanti FOMC, Bitcoin Lanjutkan Reli

Penulis : Indah Handayani
22 Mar 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Tiruan fisik Bitcoin terlihat di Dortmund, Jerman barat pada 27 Januari 2020. (FOTO: INA FASSBENDER/AFP)
Tiruan fisik Bitcoin terlihat di Dortmund, Jerman barat pada 27 Januari 2020. (FOTO: INA FASSBENDER/AFP)

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto menguat seiring penantian keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 21-22 Maret 2023. Bitcoin pun diprediksi bakal lanjutkan reli.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu pagi (22/3/2023), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melesat 1,11% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di level US$ 28.154,77 per koin atau setara Rp 430,79 juta (kurs Rp 15.301).

Senasib dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga menguat pagi ini. ETH melejit 3,4% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level US$ 1.800,76 per koin. Binance coin (BNB) juga terkerek 0,20 dalam 24 jam. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga US$ 334,66 per koin.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CoinDesk, Bitcoin (BTC) naik melewati US$ 28 ribu pada Selasa (21/3/2023) karena Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari untuk memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga lagi.

CME FedWatch Tool saat ini menunjukkan bahwa lebih dari 87% pedagang memprediksi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) pada hari Rabu, yang akan menetapkan kisaran tingkat target dana federal antara 4,75% dan 5%.

“Selera risiko meningkat karena optimisme Fed hampir selesai dengan pengetatan dan bahwa mereka akan membantu mencegah kekhawatiran stabilitas keuangan keluar dari kendali," tulis Edward Moya, analis pasar senior di pembuat pasar valuta asing Oanda, dalam catatan Selasa.

Bitcoin telah melonjak lebih dari 15% selama tujuh hari terakhir dan 69% sepanjang tahun ini. Laporan Galaxy Research hari Senin mencatat bahwa berdasarkan penyesuaian risiko, BTC mengalahkan berbagai sekuritas, indeks, dan aset komoditas dan merupakan aset dengan kinerja terbaik tahun 2023.

Pasar saham juga menjadi hijau di tengah reli perbankan dan meningkatnya optimisme investor. S&P 500 ditutup naik 1,3%. Nasdaq yang padat teknologi dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing naik 1,5% dan 0,9%.

Firma perdagangan opsi kripto yang berbasis di Singapura QCP Capital menulis bahwa jika Fed menyerahkan harga pasar dan mulai memperkirakan pemotongan tahun ini, ekuitas dan kripto pasti akan melanjutkan reli mereka.

“Namun, jika mereka tetap berpegang teguh, memercayai ring-fencing mereka untuk menangani masalah likuiditas dan memilih untuk mengabaikan potensi masalah kredit yang akan datang, maka kita kemungkinan akan melihat puncak prematur untuk reli BTC,” tambah QCP Capital.

Sementara itu, Cryptonews menyebut, berdasarkan analis teknis yang melihat pasar Bitcoin dalam jangka pendek, berada di ambang penembusan menuju level US$ 30 ribu yang penting secara psikologis dan mungkin menuju zona resistensi utama berikutnya. sekitar US$ 32.500-33.000.

“Melihat BTC/USD pada candlestick empat jam, pola bullish ascending triangle tampaknya telah terbentuk. Pola teknis ini sering kali terbentuk menjelang penembusan bullish,” tutupnya. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia