Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Edwin Soeryadjaya-Sandi Uno Lepas Saham Primaya Hospital (PRAY)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Mar 2023 | 09:05 WIB
BAGIKAN
Edwin Soeryadjaya. Foto: Ist
Edwin Soeryadjaya. Foto: Ist

JAKARTA, investor.id - Emiten Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melepas seluruh kepemilikannya atas saham PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), pemilik Primaya Hospital.

Hal tersebut diketahui dari keterbukaan informasi PRAY dalam menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Disebutkan bahwa pada 27 Februari 2023, SRTG melakukan pelepasan 425.440.660 saham PRAY.

Direktur PRAY Leona Agustine Karnali menjelaskan, sebelum transaksi itu, Saratoga memiliki 425.440.660 saham. Dan sesudah transaksi, tidak lagi memiliki saham PRAY.

ADVERTISEMENT

“Berdasarkan konfirmasi yang kami dapatkan dari SIS (Saratoga Investama Sedaya), pelepasan saham tersebut dilakukan untuk mendapatkan keuntungan (gain) dari investasi SIS yang sudah dilakukan di perseroan,” papar Leona dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (22/3/2023).

“Pada saat ini, SIS tidak lagi memiliki saham di perseroan,” lanjutnya.

Selain itu, PT Famon Obor Maju, PT Awal Bros Citra Batam, PT Sehat Abadi Cemerlang, dan Yos Effendi Susanto melakukan divestasi saham PRAY pada akhir Februari.

Terkait hal itu, Leona menjelaskan, keempat pihak tersebut melakukan divestasi untuk mendapatkan keuntungan (gain) dari investasi yang sudah dilakukan di PRAY.

Di sisi lain, Archipelago Investment Pte Ltd (AI) melakukan peningkatan investasi di PRAY. Menurut Leona, berdasarkan konfirmasi yang pihaknya terima, peningkatan investasi AI dilatarbelakangi oleh potensi pasar yang besar di Indonesia dan meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan yang berkualitas.

“AI berpandangan bahwa industri rumah sakit di Indonesia merupakan industri yang menarik sebagai salah satu portofolio investasi,” lanjutnya.

Leona menambahkan, AI memiliki saham dalam perseroan untuk kepentingan Pemerintah Singapura yang merupakan pemilik manfaat dari saham-saham tersebut.

“Tujuan AI melakukan investasi ini adalah untuk mendapatkan keuntungan (gain). Peningkatan investasi yang dilakukan oleh AI tidak berakibat pada perubahan pengendali dan penerima manfaat (ultimate beneficial owner) dalam perseroan,” paparnya.

AI sendiri membeli sebanyak 3.092.358.400 saham di harga Rp 954 per unit pada 27 Februari. Nilai transaksinya mencapai Rp 2,95 triliun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia