Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Rontok Dua Hari Berturut-turut

Penulis : Indah Handayani
24 Mar 2023 | 05:15 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja membawa tandan buah segar pohon kelapa sawit saat panen di perkebunan kelapa sawit di Kuala Selangor, Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (Foto: REUTERS/ Hasnoor Hussain)
Seorang pekerja membawa tandan buah segar pohon kelapa sawit saat panen di perkebunan kelapa sawit di Kuala Selangor, Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (Foto: REUTERS/ Hasnoor Hussain)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada perdagangan Kamis (23/3/2023). Dengan demikian, harga CPO rontok dua hari berturut-turut. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (23/3/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman April 2023 merosot 85 Ringgit Malaysia sehingga menjadi 3.750 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Mei 2023 amblas 103 Ringgit Malaysia menjadi 3.645 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Juni 2023 terkoreksi 95 Ringgit Malaysia menjadi 3.569 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 menurun 85 Ringgit Malaysia menjadi 3.535 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Agustus jatuh 77 Ringgit Malaysia menjadi 3.516 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 terkikis 77 Ringgit Malaysia menjadi 3.504 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan rontoknya harga CPO mengikuti penurunan minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT), serta harga minyak mentah.

Menurutnya, harga minyak mentah juga turun pada Kamis (23/2/2023). Terseret sinyal ekonomi yang lemah dari Federal Reserve dan ekspektasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) kemungkinan akan mempertahankan produksi tidak berubah bulan depan meskipun terjadi penurunan harga baru-baru ini.

“Pelemahan harga minyak mentah akan menekan harga CPO karena digunakan untuk biofuel,” katanya.

David Ng mengatakan, pasar juga memperkirakan kinerja ekspor CPO akan melambat dengan sentimen global berubah menjadi bearish. Disebabkan oleh krisis perbankan AS, yang dapat dilihat pada pelemahan di beberapa komoditas.

"Kami menemukan support di 3.500 Ringgit Malaysia dan resistance di 3.900 Ringgit Malaysia," katanya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia