Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Reli, Bitcoin Butuh Katalis Baru

Penulis : Indah Handayani
24 Mar 2023 | 07:24 WIB
BAGIKAN
Bitcoin, REUTERS/Dado Ruvic/File Photo
Bitcoin, REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto reli dipicu minat investor yang melihat aset kripto sebagai sebagai lindung nilai potensial terhadap inflasi. Meski demikian, Bitcoin stabil di atas US$ 28 ribu dan membutuhkan katalis baru agar bisa menembus level US$ 30 ribu.  

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (24/3/2023) pukul 07.00 WIB, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 3,74% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di level US$ 28.325,42 per koin atau setara Rp 427,24 juta (kurs, Rp 15.083).

Senasib dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga terangkat pagi ini. ETH naik 4,53% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level US$ 1.815,76 per koin. Binance coin (BNB) juga terkerek 2,49% dalam 24 jam. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga US$ 329,79 per koin.  

ADVERTISEMENT

Dikutip CoinDesk, Bitcoin (BTC) stabil di atas US$ 28.000 karena aste kripto utama mengabaikan kenaikan suku bunga 25 basis poin Federal Reserve AS dan kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang sektor perbankan dan keputusan kebijakan moneter di masa depan.

"Reli kripto baru-baru ini telah dipicu oleh bank runs yang telah membuat banyak orang menjadi skeptis dengan perbankan tradisional, mengingat semua kerentanan dengan deposit flight," tulis Edward Moya, analis pasar senior di pembuat pasar valuta asing Oanda, Kamis (23/3/2023).

Moya percaya bahwa BTC membutuhkan ‘katalis baru’ untuk menembus di atas US$ 30 ribu dan menikmati reli yang lebih lama.

Indeks Pasar CoinDesk, yang mengukur kinerja pasar kripto secara keseluruhan, baru-baru ini naik sekitar 1%.

Eric Chen, CEO dan salah satu pendiri Injective Labs, perusahaan di balik keuangan terdesentralisasi (DeFi ) protokol Injektif, mengatakan kekhawatiran Fed tentang inflasi mungkin juga memicu minat pada aset kripto sebagai lindung nilai potensial terhadap inflasi.

Dia menambahkan bahwa lonjakan pasar juga bertepatan dengan berita bahwa Do Kwon, pendiri Terraform Labs, tampaknya telah ditangkap di Montenegro, yang mungkin berkontribusi pada ‘volatilitas jangka pendek’.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia