Jumat, 15 Mei 2026

Pejabat Fed Tenangkan Kekhawatiran Krisis Perbankan, Wall Street Ditutup Menguat

Penulis : Indah Handayani
25 Mar 2023 | 06:41 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Wall Street, Sumber; Antara
ilustrasi Wall Street, Sumber; Antara

NEW YORK, investor.id – Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan penuh bergejolak pada Jumat waktu setempat (24/3/2023). Terdorong pernyataan pejabat Federal Reserve yang menenangkan kekhawatiran investor atas potensi krisis likuiditas di sektor perbankan.

Dikutip Reuters, ketiga indeks Wall Street memulai sesi dengan turun tajam di tengah aksi jual di antara bank-bank Eropa. Namun, penurunan tersebut berbalik saat bel penutupan, meskipun perdagangan berbegarak bak roller coaster secara intraday.  

Dow Jones Industrial Average naik 132,28 poin (0,41%) menjadi 32.237,53. S&P 500 naik 22,27 poin (0,56%) menjadi 3.970,99. Serta, Nasdaq Composite bertambah 36,56 poin (0,31%) menjadi 11.823,96.

Meski dilanda perdagangan yang bergejolak jelang akhir pekan, ketiga indeks membukukan kenaikan mingguan. Dow naik 0,4% minggu ini, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,4% dan 1,6%.

ADVERTISEMENT

"Pasar ekuitas melayang lebih tinggi karena kekhawatiran tentang gejolak perbankan lain di AS atau di luar negeri. Wall Street mengambil isyarat dari Washington dan ibu kota lain yang berkaitan dengan suku bunga dan peraturan perbankan,” kata David Carter, direktur pelaksana di JPMorgan Private Bank di New York.  

Dalam kesempatan yang berbeda, tiga presiden bank Fed regional mengatakan bahwa keyakinan mereka bahwa sistem perbankan tidak menghadapi krisis likuiditas. Hal ini menyebabkan keputusan untuk menerapkan kenaikan suku bunga kebijakan 25 basis poin pada Rabu (22/3/2023).

Meski demikian, pejabat Fed terus melihat kenaikan suku bunga tambahan sebagai kemungkinan yang kuat. Sedangkan, pasar keuangan sekarang mendukung kemungkinan tidak ada kenaikan sama sekali pada akhir pertemuan kebijakan berikutnya pada Mei mendatang.

"The Fed mungkin sedikit menganga karena mengatakan lebih banyak kenaikan suku bunga mungkin akan datang tahun ini. Ini membantu tujuan inflasi mereka dan menunjukkan kepercayaan pada sistem ekonomi kita,” tambah Carter dari JPMorgan.

Kekhawatiran atas potensi penularan di luar bank regional yang mengancam akan menyebar ke bank lainnya dipicu oleh oleh aksi jual saham bank Eropa.

Aksi jual itu didorong oleh meningkatnya biaya untuk mengasuransikan utang Deutsche Bank, yang diungkapkan oleh credit default swaps. Menyusul sebelumnya regulator Swiss memaksa UBS mengakuisisi saingannya Credit Suisse.  

Sementara indeks S&P Bank berakhir sedikit lebih rendah, indeks KBW Regional Bank  melonjak 2,9%. Sembilan dari 11 sektor utama di S&P 500, dengan sektor defensif seperti utilitas dan real estat menikmati persentase kenaikan terbesar. Pilihan konsumen dan keuangan adalah dua pecundang.

Saham Deutsche Bank yang diperdagangkan di AS turun 3,1%.Saham bank-bank besar AS, seperti JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo memangkas kerugian mereka tetapi masih berakhir lebih rendah, sementara Bank of America berubah menjadi hijau.

Pemberi pinjaman regional PacWest Bancorp, Western Alliance Bancorp masing-masing melonjak 3,2% dan 5,8%, sementara First Republic Bank turun 1,4%. Activision Blizzard melonjak 5,9% setelah regulator persaingan Inggris menghilangkan beberapa masalah persaingan dalam kesepakatan Microsoft-Activision. 

Rasio kenaikan saham-saham melebih jumlah yang menurun di NYSE dengan rasio 1,47 banding 1; di Nasdaq, rasio 1,26 banding 1 disukai para pemain maju. 

S&P 500 membukukan empat tertinggi baru dalam 52 minggu dan 35 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 34 tertinggi baru dan 298 terendah baru. Volume di bursa AS adalah 11,08 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,84 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia