Rabu, 31 Mei 2023

Ini Dia Kontributor Terbesar Kinerja Antam (ANTM)

Zsazya Senorita
26 Mar 2023 | 21:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto ilustrasi: ANTM)
Ilustrasi kegiatan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto ilustrasi: ANTM)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 19% menjadi Rp 45,93 triliun pada 2022 dibandingkan tahun 2021. Laba bersih melesat 105% menjadi Rp 3,82 triliun.

Produk emas menjadi kontributor terbesar senilai Rp 31,63 triliun atau 69% terhadap total penjualan Antam pada 2022. Adapun volume penjualan logam emas tahun lalu mencapai 34,97 ton atau meningkat 19%.

Dengan demikian, Antam kembali mencatatkan penjualan tertinggi untuk produk emas sepanjang sejarah perusahaan. Tahun lalu, tambang milik emiten berkode saham ANTM ini memproduksi 1,27 juta ton logam emas.

Advertisement

Selanjutnya, produk feronikel menjadi kontributor terbesar kedua penjualan ANTM, yakni senilai Rp 6,85 triliun atau sekitar 15%. Penjualan segmen ini meliputi produk feronikel dan bijih nikel senilai Rp 12,03 triliun pada 2022 atau tumbuh 12%.

Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menjelaskan, tingkat penyerapan nikel perseroan di pasar ekspor maupun lokal secara umum turut dipengaruhi kondisi volatilitas harga nikel global yang signifikan. Volatilitas tersebut akibat kondisi geopolitik dan ekonomi global, serta lockdown di kawasan Asia Timur pada medio kuartal II-2022.

“Menyikapi hal tersebut, manajemen memitigasi setiap risiko dan peluang yang ada secara berkesinambungan melalui upaya pengambangan pasar dan diversifikasi pelanggan di dalam maupun luar negeri,” kata Syarif dalam keterangan tertulis, Minggu (26/3/2023).

Di sisi lain, segmen bauksit dan alumina ANTM memberi kontribusi positif bagi profitabilitas perusahaan tahun lalu, dengan penjualan Rp 1,93 triliun atau naik 35% dibandingkan tahun 2021. Penguatan profitabilitas tercermin pada capaian laba bersih periode berjalan segmen ini senilai Rp 310 miliar pada 2022, membalikkan posisi dari rugi Rp 1,48 triliun pada 2021.

“Selain ekspor, perusahaan fokus mengembangkan penjualan bauksit di pasar dalam negeri,” imbuh Syarif.

Penguatan kinerja segmen bauksit dan alumina tahun lalu tercermin pula pada penguatan kemampuan keuangan PT Indonesia Chemical Alumina (ICA). Anak perusahaan ANTM yang memproduksi dan memasarkan produk chemical grade alumina ini mampu melunasi pokok pinjaman bank sebesar US$ 26,16 juta.

Secara umum, sumber penjualan bersih ANTM senilai Rp 45,93 triliun didominasi oleh penjualan domestik sebesar Rp 36,58 triliun atau 80% dari total penjualan tahun lalu. Perseroan memperkuat basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk-produk emas, bijih nikel, dan bauksit.

Hilirisasi Mineral

Ke depan, ANTM memetakan penyelesaian pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur beserta infrastruktur pendukung pabrik yang telah masuk fase konstruksi.

Dalam komitmen mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, perseroan menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Hong Kong CBL Limited (HKCBL). Perusahaan yang dikendalikan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) ini membeli sebagian kepemilikan saham ANTM di PT Sumberdaya Arindo (SDA).

Penandatanganan conditional share purchase agreement (CSPA) itu diikuti perjanjian pemegang saham bersyarat. Pada tahap penyelesaian transaksi nanti, ANTM berencana mempertahankan status pemegang saham pengendali SDA sesuai ketentuan PSAK 65. Sehingga tidak mengubah status SDA sebagai anak perusahaan terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan perseroan.

Sedangkan untuk hilirisasi bauksit, ANTM akan fokus pada pembangunan Pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini dikembangkan bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dengan kapasitas pengolahan 1 juta ton SGAR per tahun.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+ijaEXDjGdL1lZTE1, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Finance 13 menit yang lalu

Cetak Pendapatan US$ 20,4 M, Business Network International Lansir Chapter Magnify

Khusus di Indonesia BNI telah membuka 7 chapter dan akan menjadi 10 chapter dalam waktu dekat.
Market 15 menit yang lalu

PGAS Jadi Saham Recommended, setelah Kabar Ini Keluar

PGAS menjadi saham recommeded begitu kabar pengumuman dividen kakap tahun buku 2022 keluar.
Lifestyle 32 menit yang lalu

Formula E Kembali Digelar, DHL Jadi Mitra Logistik Resmi

Menggunakan bahan bakar bio untuk semua angkutan darat dan laut, DHL memindahkan sekitar 415-ton kargo penting di setiap balapan.
Business 32 menit yang lalu

Telkomsel Fokus Perkuat Bisnis Broadband TelkomGroup

Telkom memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan segmen usaha (spin-off) IndiHome ke Telkomsel.
Market 2 jam yang lalu

Wah, Garuda (GIAA) Pasang Target Pendapatan Naik Lebih Tinggi

Garuda Indonesia (GIAA) bersiap ‘lepas landas’ dengan target kenaikan pendapatan yang lebih tinggi tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Tag Terpopuler


Copyright © 2023 Investor.id