Ini Dia Kontributor Terbesar Kinerja Antam (ANTM)
JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 19% menjadi Rp 45,93 triliun pada 2022 dibandingkan tahun 2021. Laba bersih melesat 105% menjadi Rp 3,82 triliun.
Produk emas menjadi kontributor terbesar senilai Rp 31,63 triliun atau 69% terhadap total penjualan Antam pada 2022. Adapun volume penjualan logam emas tahun lalu mencapai 34,97 ton atau meningkat 19%.
Dengan demikian, Antam kembali mencatatkan penjualan tertinggi untuk produk emas sepanjang sejarah perusahaan. Tahun lalu, tambang milik emiten berkode saham ANTM ini memproduksi 1,27 juta ton logam emas.
Selanjutnya, produk feronikel menjadi kontributor terbesar kedua penjualan ANTM, yakni senilai Rp 6,85 triliun atau sekitar 15%. Penjualan segmen ini meliputi produk feronikel dan bijih nikel senilai Rp 12,03 triliun pada 2022 atau tumbuh 12%.
Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menjelaskan, tingkat penyerapan nikel perseroan di pasar ekspor maupun lokal secara umum turut dipengaruhi kondisi volatilitas harga nikel global yang signifikan. Volatilitas tersebut akibat kondisi geopolitik dan ekonomi global, serta lockdown di kawasan Asia Timur pada medio kuartal II-2022.
“Menyikapi hal tersebut, manajemen memitigasi setiap risiko dan peluang yang ada secara berkesinambungan melalui upaya pengambangan pasar dan diversifikasi pelanggan di dalam maupun luar negeri,” kata Syarif dalam keterangan tertulis, Minggu (26/3/2023).
Di sisi lain, segmen bauksit dan alumina ANTM memberi kontribusi positif bagi profitabilitas perusahaan tahun lalu, dengan penjualan Rp 1,93 triliun atau naik 35% dibandingkan tahun 2021. Penguatan profitabilitas tercermin pada capaian laba bersih periode berjalan segmen ini senilai Rp 310 miliar pada 2022, membalikkan posisi dari rugi Rp 1,48 triliun pada 2021.
“Selain ekspor, perusahaan fokus mengembangkan penjualan bauksit di pasar dalam negeri,” imbuh Syarif.
Penguatan kinerja segmen bauksit dan alumina tahun lalu tercermin pula pada penguatan kemampuan keuangan PT Indonesia Chemical Alumina (ICA). Anak perusahaan ANTM yang memproduksi dan memasarkan produk chemical grade alumina ini mampu melunasi pokok pinjaman bank sebesar US$ 26,16 juta.
Secara umum, sumber penjualan bersih ANTM senilai Rp 45,93 triliun didominasi oleh penjualan domestik sebesar Rp 36,58 triliun atau 80% dari total penjualan tahun lalu. Perseroan memperkuat basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk-produk emas, bijih nikel, dan bauksit.
Hilirisasi Mineral
Ke depan, ANTM memetakan penyelesaian pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur beserta infrastruktur pendukung pabrik yang telah masuk fase konstruksi.
Dalam komitmen mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, perseroan menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Hong Kong CBL Limited (HKCBL). Perusahaan yang dikendalikan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) ini membeli sebagian kepemilikan saham ANTM di PT Sumberdaya Arindo (SDA).
Penandatanganan conditional share purchase agreement (CSPA) itu diikuti perjanjian pemegang saham bersyarat. Pada tahap penyelesaian transaksi nanti, ANTM berencana mempertahankan status pemegang saham pengendali SDA sesuai ketentuan PSAK 65. Sehingga tidak mengubah status SDA sebagai anak perusahaan terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan perseroan.
Sedangkan untuk hilirisasi bauksit, ANTM akan fokus pada pembangunan Pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini dikembangkan bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dengan kapasitas pengolahan 1 juta ton SGAR per tahun.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






