Laba Telkom Sebenarnya Melejit jika Ini Dilakukan
JAKARTA, Investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan laba bersih operasi (operating net income) 7,7% menjadi Rp 25,86 triliun pada 2022, jika kerugian investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan.
Namun, jika investasi Goto dimasukkan dalam perhitungan, laba bersih perseroan turun 16,2% menjadi Rp 20,7 triliun dari Rp 24,7 triliun.
Per 31 Desember 2022, harga pasar saham GOTO mencapai Rp 91, turun dari Rp 375 pada 31 Desember 2021. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 147,31 triliun atau tumbuh sebesar 2,9%. Adapun EBITDA Telkom mencapai Rp 78,99 triliun atau tumbuh 4,3%.
SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menyatakan, Telkom tidak merealisasikan rugi investasi di Goto Rp 6,7 triliun. Artinya, tidak ada transaksi tunai yang menyebabkan arus kas Telkom terganggung.
Demikian pula, kata dia, terkait percepatan depresiasi aset yang teknologi using, yaitu MSAN selama 2021 dan 2022. Hal ini tidak membebani return on asset Telkom ke depan.
Dengan mengabaikan kerugian investasi Goto yang masih potential loss dan percepatan depresiasi, dia menuturkan, Telkom tetap tumbuh sehat dengan mencatatkan pertumbuhan net income sebesar 7,7% .
“Pertumbuhan pendapatan dipicu kompetisi di mobile yang semakin sehat serta bisnis IndiHome yang masih prospektif. Ini didukung cost leadership perseroan,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (26/3/2023).
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

