Jumat, 15 Mei 2026

Laba Telkom Sebenarnya Melejit jika Ini Dilakukan

Penulis : Muawwan Daelami
27 Mar 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup tahun buku 2022 dengan kinerja yang memuaskan melalui pertumbuhan positif baik dari sisi pendapatan, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA), maupun laba bersih operasi. (foto : Dok. Telkom)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup tahun buku 2022 dengan kinerja yang memuaskan melalui pertumbuhan positif baik dari sisi pendapatan, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA), maupun laba bersih operasi. (foto : Dok. Telkom)

JAKARTA, Investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan laba bersih operasi (operating net income) 7,7% menjadi Rp 25,86 triliun pada 2022, jika kerugian investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan.

Namun, jika investasi Goto dimasukkan dalam perhitungan, laba bersih perseroan turun 16,2% menjadi Rp 20,7 triliun dari Rp 24,7 triliun.

Per 31 Desember 2022, harga pasar saham GOTO mencapai Rp 91, turun dari Rp 375 pada 31 Desember 2021. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 147,31 triliun atau tumbuh sebesar 2,9%. Adapun EBITDA Telkom mencapai Rp 78,99 triliun atau tumbuh 4,3%.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menyatakan, Telkom tidak merealisasikan rugi investasi di Goto Rp 6,7 triliun. Artinya, tidak ada transaksi tunai yang menyebabkan arus kas Telkom terganggung.

ADVERTISEMENT

Demikian pula, kata dia, terkait percepatan depresiasi aset yang teknologi using, yaitu MSAN selama 2021 dan 2022. Hal ini tidak membebani return on asset Telkom ke depan.

Dengan mengabaikan kerugian investasi Goto yang masih potential loss dan percepatan depresiasi, dia menuturkan, Telkom tetap tumbuh sehat dengan mencatatkan pertumbuhan net income sebesar 7,7% .

“Pertumbuhan pendapatan dipicu kompetisi di mobile yang semakin sehat serta bisnis IndiHome yang masih prospektif. Ini didukung cost leadership perseroan,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (26/3/2023).

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia