Jumat, 15 Mei 2026

Jababeka (KIJA) Kantongi Pendapatan Rp 2,72 T

Penulis : Zsazya Senorita
27 Mar 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Jababeka. Foto: PT Jababeka Tbk (KIJA)
Ilustrasi Jababeka. Foto: PT Jababeka Tbk (KIJA)

JAKARTA, investor.id - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperoleh penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp 2,72 triliun pada 2022, naik 9,23% dibanding tahun sebelumnya Rp 2,49 triliun. Meski demikian, beban pokok penjualan dan pendapatan jasa justru turun 5,55% (yoy) menjadi Rp 1,32 triliun.

Dengan demikian, laba kotor tercatat naik 28% menjadi Rp 1,4 triliun. Namun, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 1.139% (yoy) menjadi Rp 64,73 miliar tahun lalu, yang mendorong rugi per saham dasar jadi Rp 3,12.

“Faktor utama yang menyebabkan penurunan ini adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu, yang lebih besar dibandingkan 2021,” ungkap manajemen Jababeka dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Sebagai akibat dari pelemahan tersebut, perseroan mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp 404 miliar pada 2022, naik dari rugi selisih kurs sebesar Rp 77,7 miliar tahun sebelumnya.

Dilihat dari laporan keuangan yang ditandatangani Direktur Utama Kawasan Industri Jababeka (KIJA) Tedjo Budianto Liman, terdapat cadangan penjabaran mata uang asing dalam pos yang akan di reklasifikasi ke laba rugi, sebesar - Rp 10,94 miliar. Catatan ini naik signifikan dari tahun sebelumnya senilai - Rp 149,8 juta.

Dari masing-masing lini bisnis, land development & property KIJA mencatatkan peningkatan pendapatan sekitar 8% menjadi Rp 1,37 triliun pada 2022. Hal ini didorong semua segmen dalam pilar tersebut, terutama penjualan tanah matang yang pendapatannya naik menjadi Rp 780 miliar.

“Selain itu, penjualan tanah dan bangunan pabrik standar mengalami peningkatan pendapatan menjadi Rp 111,6 miliar pada 2022. Pendapatan tanah dan serta rumah, ruko, dan apartemen juga men ingkat jadi Rp 423,5 miliar,” jelas Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) Muljadi Suganda, akhir pekan lalu.

Sedangkan pendapatan dari pilar infrastruktur perseroan, terutama listrik, air, estate management, dan dry port meningkat 9% (yoy) menjadi Rp 1,21 triliun tahun lalu. Pertumbuhan kinerja lini bisnis ini terjadi di semua subsegment, yaitu dry port, listrik, serta jasa dan pemeliharaan masing-masing 19%, 9%, dan 2%.

Selanjutnya pilar leisure & hospitality Jababeka membukukan kenaikan pendapatan hingga 30% menjadi Rp 122,6 miliar pada 2022. Hal ini dikontribusi oleh peningkatan pendapatan dari vila dan pariwisata, golf, serta agribisnis dan konsultasi, masing-masing senilai Rp 9,2 miliar, Rp 13,3 miliar, dan Rp 6,7 miliar tahun lalu.

Kontributor utama segmen ini, masing berasal dari bisnis golf yang menyumbang 62% pendapatan leisure & hospitality. Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi perseroan meningkat menjadi 51% dari 44% pada 2021. Alasan utama pen ingkatan ini adalah perolehan marjin laba kotor yang lebih tinggi pada pilar Infrastruktur, yang meningkat dari 29% sepanjang 2021 menjadi 40% tahun lalu.

“Terutama disebabkan adanya penerimaan sebagian atas tagihan yang tertunda di Bekasi Power (yang berasal dari tagihan Oktober 2021 hingga Januari 2022) pada 2022. Sedangkan biaya produksi terkait tagihan tersebut telah dibukukan sebagian besar di tahun sebelumnya,” papar Muljadi.

Margin laba kotor dari pilar land development & property juga meningkat, dari 58% pada 2021 menjadi 63% tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan berkurangnya kontribusi dari lahan di Kendal yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan lahan di Cikarang.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia