Perkuat Literasi agar Investor Reksa Dana Percaya Diri
JAKARTA, Investor.id – Kemelut yang terjadi di Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat yang merembet ke sejumlah bank lainnya di negara tersebut, diperkirakan tidak terlalu memberi dampak besar terhadap pasar modal dan perbankan di Indonesia. Demikian disampaikan Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto.
“Ada dampak positif dan negatif. Seperti reksa dana saham agak bergejolak, tapi untuk reksa dana pasar uang justru punya potensi kenaikan. Uniknya kemelut tersebut akan berdampak kepada reksa dana jenis-jenis tertentu, terutama dalam hal volatility,” tuturnya dalam diskusi Reksa Dana Terbaik 2023 Majalah Investor-Infovesta yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta (27/3).
Fendi meyakini reksa dana akan tetap bertumbuh di tahun 2023 karena pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengelolaan moneter Indonesia yang cukup baik. Ia pun melihat gejolak yang terjadi di perbankan AS tidak signifikan mempengaruhi pasar modal dan industri perbankan di Indonesia. Sebab, perbankan Indonesia masih bertumbuh kuat, dan merupakan backbond bagi pasar modal di Indonesia.
Baca Juga:
Investor Reksa Dana Bisa Capai 20 JutaFendi pun menilai, hal penting yang perlu dibekali untuk para investor reksa dana adalah literasi yang baik. Memang, berdasarkan survei OJK, indeks literasi dan inklusi masih ada kesenjangan, hal inilah yang menjadi kendala bagi investor untuk berinvestasi secara langsung. Pertumbuhan IHSG sejak pandemi 2020 hingga saat ini menunjukkan kenaikan 70% dari level 3.950 menjadi 6.600-an merupakan potensi yang menarik. “Tinggal bagaimana meningkatkan ‘action’ mereka untuk masuk ke saham atau reksa dana,” tuturnya.
Guna mendorong ‘action’ tersebut, menurut Fendi mau tidak mau harus meningkatkan literasi mengenai reksa dana. Generasi milenial atau generasi muda tidak hanya memahami apa itu reksa dana, juga bagaimana mengendalikan dan mengelola risiko, bagaimana mempertahankan keuntungan secara sustain, bagaimana melakukan mitigasi. Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi situasi seperti tadi.
Saat ini dengan banyaknya aplikasi yang memudahkan untuk melakukan pembelian reksa dana dan bertransaksi, para investor muda ini perlu dibekali kepercayaan diri melalui literasi, sehingga mereka menyadari bahwa produk tersebut dapat untuk mengembangkan investasi mereka dalam mempersiapkan masa depan.
Menurut Fendi, reksa dana saham akan tumbuh bagus pada paruh kedua tahun ini. Namun dalam jangka setahun ke depan, reksa dana pendapatan tetap masih menjadi pilihan utama, diikuti reksa dana saham, lalu reksa dana terproteksi.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






