Jumat, 15 Mei 2026

Perkuat Literasi agar Investor Reksa Dana Percaya Diri

Penulis : Windarto
27 Mar 2023 | 14:36 WIB
BAGIKAN
Diskusi Panel Best Mutual Fund 2023 yang digelar Majalah Investor dengan nara sumber yaitu, CEO PT Trimegah Asset Management Antony Dirga, Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto dan Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito. Diskusi dipandu oleh Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu, Senin (27/3/2023).
Diskusi Panel Best Mutual Fund 2023 yang digelar Majalah Investor dengan nara sumber yaitu, CEO PT Trimegah Asset Management Antony Dirga, Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto dan Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito. Diskusi dipandu oleh Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu, Senin (27/3/2023).

JAKARTA, Investor.id – Kemelut yang terjadi di Silicon Valley  Bank (SVB) di Amerika Serikat yang merembet ke sejumlah bank lainnya di negara tersebut, diperkirakan tidak terlalu memberi dampak besar terhadap pasar modal dan perbankan di Indonesia. Demikian disampaikan Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto.

“Ada dampak positif dan negatif. Seperti reksa dana saham agak bergejolak, tapi untuk reksa dana pasar uang justru punya potensi kenaikan. Uniknya kemelut tersebut akan berdampak kepada reksa dana jenis-jenis tertentu, terutama dalam hal volatility,” tuturnya dalam diskusi Reksa Dana Terbaik 2023 Majalah Investor-Infovesta yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta (27/3).

Fendi meyakini reksa dana akan tetap bertumbuh di tahun 2023 karena pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pengelolaan moneter Indonesia yang cukup baik. Ia pun melihat gejolak yang terjadi di perbankan AS tidak signifikan mempengaruhi pasar modal dan industri perbankan di Indonesia. Sebab, perbankan Indonesia masih bertumbuh kuat, dan merupakan backbond bagi pasar modal di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Fendi pun menilai, hal penting yang perlu dibekali untuk para investor reksa dana adalah literasi yang baik. Memang, berdasarkan survei OJK, indeks literasi dan inklusi masih ada kesenjangan, hal inilah yang menjadi kendala bagi investor untuk berinvestasi secara langsung. Pertumbuhan IHSG sejak pandemi 2020 hingga saat ini menunjukkan kenaikan 70% dari level 3.950 menjadi 6.600-an merupakan potensi yang menarik. “Tinggal bagaimana meningkatkan ‘action’ mereka untuk masuk ke saham atau reksa dana,” tuturnya.

Guna mendorong ‘action’ tersebut, menurut Fendi mau tidak mau harus meningkatkan literasi mengenai reksa dana. Generasi milenial atau generasi muda tidak hanya memahami apa itu reksa dana, juga bagaimana mengendalikan dan mengelola risiko, bagaimana mempertahankan keuntungan secara sustain, bagaimana melakukan mitigasi. Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi situasi seperti tadi.

Saat ini dengan banyaknya aplikasi yang memudahkan untuk melakukan pembelian reksa dana dan bertransaksi, para investor muda ini perlu dibekali kepercayaan diri melalui literasi, sehingga mereka menyadari bahwa produk tersebut dapat untuk mengembangkan investasi mereka dalam mempersiapkan masa depan.

Menurut Fendi, reksa dana saham akan tumbuh bagus pada paruh kedua tahun ini. Namun dalam jangka setahun ke depan, reksa dana pendapatan tetap masih menjadi pilihan utama, diikuti reksa dana saham, lalu reksa dana terproteksi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia