Jumat, 15 Mei 2026

Meski Laba Turun, Telkom (TLKM) Komit Pertahankan Investasi di GOTO

Penulis : Muawwan Daelami
27 Mar 2023 | 14:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). (Foto: Dok. Telkom)
Ilustrasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). (Foto: Dok. Telkom)


JAKARTA, Investor.id -  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyebutkan masih komit untuk mempertahankan investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOT), meskipun laba bersih Telkom turun 16,2% dari Rp 24,7 triliun menjadi Rp 20,75 triliun . 

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan, Telkom akan tetap konsisten meningkatkan sinergy value dengan GOTO melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel. 

Sinergy value ini, tutur Reza, memiliki potensi yang bagus, seperti dilihat dari fitur masking dan karyawannya yang tentu jumlahnya tidak sedikit. "Jadi, potensi sinergi Telkomsel dengan GOTO sangat besar," tambah Reza. 

ADVERTISEMENT

Terkait peluang peningkatan atau pengurangan investasi Telkom di GOTO, Reza menambahkan, belum ada pembahasan. 

Jika mengacu pada laporan keuangan konsolidasian, emiten telekomunikasi pelat merah itu membukukan pendapatan tumbuh sebesar 2,78% menjadi Rp 147,3 triliun daripada pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 143,2 triliun.

Pertumbuhan pendapatan Telkom sepanjang tahun 2022 itu di antaranya ditopang oleh pendapatan interkoneksi yang meningkat menjadi Rp 8,4 triliun dari sebelumnya Rp 7,7 triliun.

Kemudian, jumlah pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika juga naik dari Rp 82,2 triliun menjadi Rp 86,4 triliun. Termasuk, pendapatan indihome sepanjang tahun buku 2022 yang melompat dari Rp 26,3 triliun menjadi Rp 28,0 triliun.

Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 24,7 triliun menjadi Rp 20,7 triliun.

Nilai Wajar

Telkom mengumumkan jumlah kerugian Telkom yang belum direalisasi di GOTO setelah terjadi perubahan nilai wajar investasi Telkomsel di GOTO per 31 Desember 2022 sebesar Rp 6,7 triliun dan disajikan sebagai kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Kendati begitu, Reza menerangkan, Telkom tidak merealisasikan kerugian investasi di GOTO sehingga tidak terjadi transaksi cash yang menyebabkan arus kas Telkom terganggu.

Demikian pula, dengan percepatan depresiasi asset teknologi usang yaitu MSAN, yang sudah dipercepat dalam FY 2021 dan FY 2022 sehingga tidak membebani return on asset Telkom ke depannya.

"Dengan mengabaikan kerugian investasi GOTO yang masih potential loss dan percepatan depresiasi, maka Telkom tetap tumbuh sehat dengan mencatatkan pertumbuhan operating net income atau laba bersih operasi sebesar 7,7% atau setara Rp 25,86 triliun," ungkap Reza.

Dirinya merinci, kontribusi pertumbuhan pendapatan diperoleh berkat kompetisi di mobile yang semakin sehat serta bisnis indihome yang masih prospektif. Pertumbuhan digital service Telkomsel juga meningkat dari 78% menjadi 82% dan pertumbuhan pendapatan indihome sebesar 6.4% yoy.

"Didukung lagi, cost leadership menjadi penopang utama pertumbuhan net income," tutup Reza.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia