Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Emiten Grup Djarum (TOWR) Melonjak, Laba Naik Tipis-tipis

Penulis : Zsazya Senorita
27 Mar 2023 | 23:05 WIB
BAGIKAN
Salah satu menara milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)
Salah satu menara milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, mencetak pendapatan Rp 11,03 triliun pada 2022 atau melonjak 27% dibandingkan tahun 2021.

Laba tahun berjalan Sarana Menara yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 3,44 triliun pada 2022, naik tipis dari laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,42 triliun.

Adapun kontributor terbesar terhadap pendapatan Sarana Menara (TOWR) berasal dari pendapatan sewa pihak ketiga yang mencapai Rp 10,21 triliun tahun lalu, naik dari Rp 8,03 triliun pada 2021. Sisanya berasal dari pendapatan jasa dan lainnya senilai Rp 684,66 miliar pada 2022, naik dari tahun sebelumnya Rp 468,97 miliar.

ADVERTISEMENT

Rincian jasa dan lainnya meliputi Wireline, VSAT, dan IPLC. “Very Small Aperture Terminal (VSAT) merupakan jasa teknologi yang menggunakan teknologi satelit sehingga dapat menjangkau daerah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi lainnya,” jelas manajemen TOWR dalam laporannya, yang dikutip pada Senin (27/3/2023).

Di sisi lain, TOWR membukukan depresiasi dan amortisasi Rp 2,3 triliun sepanjang 2022, serta menghasilkan laba kotor Rp 8,12 triliun.

TOWR terpantau masih memiliki aset sebanyak Rp 65,62 triliun per 31 Desember 2022, berkurang dari Rp 65,82 triliun pada akhir 2021. Total aset tahun lalu terdiri atas aset lancar Rp 3,65 triliun dan aset tidak lancar Rp 61,97 triliun.

Sementara itu, TOWR mencatatkan liabilitas senilai Rp 51,19 triliun, yang terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp 14,44 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 1,47 triliun. Jumlah liabilitas ini berkurang dari posisi per 31 Desember 2021 yang sebanyak Rp 36,74 triliun.

Adapun total ekuitas TOWR mencapai Rp 14,43 triliun per akhir tahun lalu, naik dari Rp 12,06 triliun per 31 Desember 2021.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia