Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Tembus Rp 128 T, Bumi Resources (BUMI) Pecahkan Rekor!

Penulis : Jauhari Mahardhika
28 Mar 2023 | 23:31 WIB
BAGIKAN
Kegiatan produksi unit usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Kaltim Prima Coal (KPC). (Foto ilustrasi: BUMI)
Kegiatan produksi unit usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Kaltim Prima Coal (KPC). (Foto ilustrasi: BUMI)

JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan batu bara terbesar di Indonesia yang dikendalikan Grup Bakrie dan Salim secara bersama-sama, berhasil memecahkan rekor pendapatan tertinggi. Pendapatan Bumi Resources mencapai US$ 8,53 miliar atau setara Rp 128,5 triliun pada 2022.

Pendapatan yang sudah termasuk laporan konsolidasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) tersebut melonjak 57% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar US$ 5,41 miliar.

Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 213% menjadi US$ 525,3 juta dari US$ 168 juta. Laba neto melejit 138% menjadi US$ 1,16 miliar dari US$ 488,6 juta.

ADVERTISEMENT

“Margin laba naik menjadi 24,2% dibandingkan 20,5%,” ungkap Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava dalam keterangannya, Selasa (28/3/2023).

Lebih lanjut dia menjelaskan, laba sebelum pajak Bumi Resources pada 2022 meningkat 89% menjadi US$ 1,86 miliar dibandingkan tahun 2021 yang sebesar US$ 987,3 juta. Laba usaha naik 86% menjadi US$ 2,06 miliar dari US$ 1,11 miliar.

Begitu juga dengan laba bruto emiten berkode saham BUMI tersebut yang naik 74% menjadi US$ 2,4 miliar dari US$ 1,38 miliar.

Sementara itu, beban pokok pendapatan meningkat 52% menjadi US$ 6,12 miliar dari US$ 4,03 miliar. Beban usaha juga naik 26% menjadi US$ 338,3 juta dari US$ 267,7 juta. Royalti meningkat menjadi US$ 2,69 miliar dari US$ 756 juta.

Secara operasional, BUMI membukukan volume penjualan batu bara sebanyak 69,4 MT pada 2022, turun 12% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 79 MT. Rinciannya, penjualan KPC sebanyak 48,2 MT atau turun 15% dan Arutmin turun 4% menjadi 21,2 MT.

Batu bara yang ditambang selama tahun 2022 mencapai 71,9 MT dibandingkan tahun sebelumnya 78,8 MT. “KPC turun 9% dan Arutmin turun 3%. Penyebab utama adalah La Nina, hujan terus-menerus sepanjang tahun yang mempengaruhi output sebesar 9% (7 MT),” jelas Dileep.

Meski demikian, realisasi harga batu bara melejit 80% menjadi US$ 121 per ton dari US$ 67,4 per ton. Biaya produksi meningkat menjadi US$ 46,9 per ton dari US$ 37,1 per ton, karena tingginya harga minyak dan rasio pengupasan (stripping ratio).

Bebas Utang

BUMI telah melunasi utang dengan konversi MCB/OWK menjadi saham dan penerbitan saham melalui PMTHMETD senilai US$ 1,6 miliar (200 miliar saham seharga Rp 120/saham) pada 22 Oktober 2022. “Grup Salim menjadi pemegang saham pengendali bersama dengan Grup Bakrie,” ujar Dileep.

Menurut dia, saham BUMI yang beredar per 31 Desember 2022 mencapai 371,3 miliar saham, bertambah drastis dari sebelumnya 74,3 miliar saham. “Perusahaan bebas utang dan akan mengeliminasi beban bunga di masa mendatang,” pungkasnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia