Perbankan RI Tak Kenal Krisis, Laba Malah Terbang
JAKARTA, Investor.id - Sektor perbankan Indonesia masih mencetak kinerja impresif di tengah krisis industri sejenis di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Buktinya, tiga bank BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN/BBTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS), mampu meraih total laba bersih Rp 8,83 triliun per Februari 2023.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 7,4 triliun per Februari 2023, melejit 23% secara tahunan. Pertumbuhan laba itu sejalan dengan prediksi Danareksa atau mencerminkan 15,9% dari perkiraan laba bersih perseroan tahun 2023.
BRI Danareksa memprediksi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri flat tahun ini di posisi 4,3%. Posisi tersebut sesuai dengan perhitungan Danareksa, karena perseroan telah menaikkan suku bunga pinjaman sejak tahun 2022.
Dana murah (CASA) Bank Mandiri mencapai 78,1% dari total dana pihak ketiga (DPK) Adapun loan to deposit ratio (LDR) tetap berada pada level yang aman, yaitu 80,5%.
Sementara itu, BTN membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,8% menjadi Rp 532 miliar per Februari 2023. Ini sejalan dengan proyeksi Danareksa dan mencerminkan 15,9% dari proyeksi sepanjang 2023.
“NIM BTN per Februari 2023 mencapai 3,3%, di bawah ekspektasi sebesar 4,2%. CASA mencapai 49,4% pada Februari 2023,” tulis BRI Danareksa dalam laporan riset, belum lama ini.
Karena itu, BRI Danareksa merekomendasikan beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.500. Saat ini, saham BBTN diperdagangkan dengan PBV 0,5 kali.
Di sisi lain, BSI membukukan kenaikan laba bersih 45% menjadi Rp 907 miliar per Februari 2023. Jumlah itu 17,4% dan 16,8% dari proyeksi laba bersih BSI versi BRI Danareksa dan konsensus analis.
Perseroan mencetak pertumbuhan kredit 21,4% pada Februari 2023, dengan biaya kredit 133 basis points (bps), kendati cost to income ratio (CIR) naik menjadi 48,6%. NIM BSI masih naik menjadi 6,1%, kendati cost of fund bertambah 1,9%. Adapun CASA mencapai 60,6%.
BRI Danareksa mempertahankan proyeksi laba bersih BSI Rp 5,3 triliun tahun ini. Adapun pertumbuhan kredit mencapai 15,9%, didorong pinjaman berbasis gaji dan NIM 6,3%.
Lampaui IHSG
Sementara itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rating overweight saham perbankan. Artinya, kenakan harga saham bank bisa melampaui kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Broker ini meyakini, bank-bank dalam coverage dapat menyerap potensi risiko kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang lebih tinggi dan membukukan peningkatan NIM, terutama untuk bank-bank besar di tengah lingkungan suku bunga yang tinggi.
“Kami prediksi pertumbuhan laba bersih perbankan 2023 mencapai 12,4% tahun 2023. Kami masih lebih menyukai bank besar daripada bank kecil, karena mereka memimpin pertumbuhan kredit dan menikmati biaya dana yang lebih rendah di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat,” tulis Samuel Sekuritas.
Samuel Sekuritas memilih PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai saham pilihan di sektor bank dengan rekomendasi buy dan target harga masing-masing Rp 12.700 dan Rp 6.200. Samuel Sekuritas juga merekomendasikan buy saham BMRI dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga masing-masing Rp 13.200 dan Rp 10.300.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





