Kamis, 14 Mei 2026

Modal MNC Bank Tiba-tiba Tembus Rp 3 Triliun, tanpa Rights Issue

Penulis : Harso Kurniawan
2 Apr 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP). (Foto: Perseroan)
PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id – Modal PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank akhirnya menembus Rp 3 triliun atau tepatnya Rp 3,3 triliun per Maret 2023, tanpa menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Dengan demikian, MNC Bank sudah memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun, sesuai Peraturan OJK Nomor 12/POJK.

Hal itu terjadi lantaran pada 20 Maret 2023, MNC Bank telah menerima pemasukan tanah dan bangunan (inbreng) senilai Rp 801 miliar yang akan diperhitungkan sebagai titipan modal. Selanjutnya, tanah dan bangunan ini dikompensasikan menjadi saham untuk memperkuat struktur permodalan.

Di sisi lain, MNC Bank, anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang berada di bawah naungan MNC Group, berhasil mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022. Bahkan, di tengah gejolak ekonomi, MNC Bank terbukti tangguh dan tetap menunjukkan kinerja terbaik.  

ADVERTISEMENT

Laba laba setelah pajak perseroan tahun 2022 tumbuh 308,03% menjadi Rp 52,51 miliar, dari sebelumnya Rp 12,87 miliar. Hal ini ditopang oleh sejumlah faktor, di antaranya pertumbuhan pendapatan bunga bersih tahun 2022 sebesar 58,95%, dari Rp 407,51 miliar menjadi Rp 647,73 miliar YoY.

Penyaluran kredit MNC Bank selama 2022 naik menjadi Rp 10,2 triliun, dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 8,5 triliun, tumbuh 19,95%. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari industri perbankan nasional sebesar 11,35%.

Pendapatan bunga MNC Bank naik 17,8% menjadi Rp 1,15 triliun tahun lalu, dibandingkan 2021 sebesar Rp 979,94 miliar. Komponen lain yang berkontribusi dalam peningkatan pendapatan bunga bersih adalah penurunan beban bunga melalui penghimpunan dana murah.

Hingga kuartal IV-2022, penghimpunan tabungan tumbuh 6,78% YoY, dari Rp 1,86 triliun menjadi Rp 1,98 triliun. Selain itu, MNC Bank berhasil mencatatkan penurunan cost of fund (CoF) pada 2022 menjadi 4,24% dari 4,84%.

Loyalty program Tabungan Dahsyat yang terdiri atas Tabungan Dahsyat Undian, Arisan, Bundling, Pasti, dan Akuisisi, serta layanan digital MotionBanking terbukti berdampak positif pada pertumbuhan dana murah.

Secara total, dana pihak ketiga (DPK) MNC Bank pada tahun 2022 menanjak 17,01% menjadi Rp 13,15 triliun dari Rp 11,24 triliun tahun 2021. Pertumbuhan DPK ini jauh di atas rata-rata industri yang hanya mencapai 9,01%. Berkat peningkatan kinerja tersebut, aset MNC Bank tahun 2022 melonjak 20,31%, dari Rp 14,02 triliun menjadi Rp 16,86 triliun.

“MNC Bank berhasil meraih pencapaian luar biasa di tahun 2022. Dalam mengembangkan bisnis, kami selalu mengambil kebijakan strategis melalui inovasi untuk memperkuat bisnis dan menjalin sinergi serta kolaborasi dengan tetap mengutamakan efisiensi dan produktivitas, juga menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Kinerja yang lebih baik akan terwujud di tahun 2023,” ujar Rita Motagna, presiden direktur MNC Bank dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia