Jumat, 15 Mei 2026

Antam (ANTM) Investasi Besar-besaran, Potensi Cuan Sahamnya Masih Tebal

Penulis : Ely Rahmawati
2 Apr 2023 | 17:05 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. (Foto: ANTARA/HO-Antam)
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. (Foto: ANTARA/HO-Antam)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tengah fokus untuk memastikan hasil yang lebih baik dari segmen nikel, dengan peningkatan produksi bauksit dan alumina, serta didukung oleh bisnis emas yang mantap. Kinerja Antam tetap solid terlepas dari ketidakpastian harga komoditas saat ini.

RHB Sekuritas meningkatkan proyeksi laba bersih Antam 2023-2024 sebesar 4% dengan ekspektasi pendapatan yang lebih baik. Namun, ketidakpastian global dapat bertahan, sehingga mendorong analis untuk menurunkan EV/EBITDA 2023 menjadi 9 kali dari sebelumnya 10 kali.

“Kami tetap merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga baru Rp 2.890, lebih rendah dari sebelumnya Rp 3.100. Kenaikan harga komoditas masih menjadi faktor utama,” ungkap tim RHB Sekuritas dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (31/3/2023), saham ANTM ditutup pada harga Rp 2.090. Dengan demikian, potensi cuan dari saham ANTM masih tebal sebesar 38,2%.

Pergerakan saham-saham komoditas masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas, maskipun bersifat jangka pendek. Pelemahan lebih lanjut terlihat pada indeks komoditas BCOM yang turun 9% (year to date/ytd), sedangkan dolar AS menguat 3% dari titik terendahnya di Februari. Sebab pasar ekonomi negara maju membaik, seiring klaim pengangguran yang lebih rendah, sehingga memperkuat proyeksi penurunan harga komoditas lebih lanjut.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap risiko sistemik yang merugikan industri keuangan telah berdampak pada ekuitas global, dimana IHSG turun 4% sejak awal Maret. Hal ini dapat menghentikan ekspektasi kenaikan suku bunga yang agresif. Akibatnya dolar AS bakal melemah, walaupun sementara.

“Hal ini akan mendukung pandangan untuk lonjakan singkat harga komoditas, sambil menunggu permintaan yang lebih baik pada semester II-2023, menurut pandangan kami. Pada saat yang sama, ketidakpastian biasanya menopang harga aset safe haven, seperti harga spot emas melonjak 6% sejak awal bulan ini,” sebut tim riset RHB Sekuritas.

Terkait Antam, menurut RHB Sekuritas, stabilitas operasional adalah kuncinya. Terlepas dari risiko yang berasal dari fluktuasi harga, manajemen memastikan bahwa produksi di semua segmen akan tetap stabil. Bijih nikel yang ditambang lebih tinggi pada 2023, naik 5% menjadi sekitar 9 juta ton sejalan dengan permintaan yang lebih tinggi dari sektor industri terpusat di Sulawesi.

Antam juga mempertahankan utilisasi peleburan untuk produksi feronikel 2023, yang akan naik 12% menjadi 27 ribu ton dan peningkatan berkelanjutan di segmen alumina yang ditargetkan bertambah 155 ribu ton pada 2023 dibandingkan 2022.

Sementara itu, koreksi kecil dalam penjualan emas, yang saat ini berkontribusi 60% dari total pendapatan Antam, diperkirakan terjadi tahun ini. Penjualan emas diprediksi turun 5% dari level tingginya di 2022, tetapi tidak akan memengaruhi ekspektasi pendapatan yang lebih kuat karena output yang lebih tinggi dari segmen lain.

“Untuk saat ini, ekspektasi kami untuk emas membaik di 2023 yakni US$ 1.880 per oz dibanding spot US$ 1.917 per ons. Nikel tetap konservatif yakni patokan 2023 sebanyak 24.500 per ton dibanding rata-rata ytd sekitar 26.600 per ton,” sebut tim riset RHB Sekuritas.

Tahun ini, emiten berkode saham ANTM tersebut berencana investasi besar-besaran dengan menganggarkan capex 2023 sebesar Rp 14 triliun dibanding rata-rata 7 tahun Rp 1,4 triliun.

Nilai fantastis tersebut sejalan dengan keterlibatannya dalam bisnis terkait ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui diskusi berkelanjutan dengan LG Energy Solution, serta kolaborasi bersama Ningbo Contemporary Brunp Lygend.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia