Perusahaan Migas Lagi Tajir, Medco (MEDC) Cetak Lonjakan Laba 1.029%
JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meraih laba bersih US$ 530,8 juta pada 2022, terbang 1.029% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar US$ 47,1 juta.
Namun, secara kuartalan, laba bersih perusahaan migas milik keluarga Panigoro tersebut pada kuartal IV-2022 lebih rendah, karena penurunan nilai di lapangan gas Simenggaris yang menggunakan harga tetap dan IPP panas bumi Sarulla.
Sedangkan dalam setahun penuh, pendapatan Medco pada 2022 naik 84,6% menjadi US$ 2,31 miliar dan EBITDA mencapai US$ 1,59 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021.
“Hasil ini adalah kinerja terbaik kami, secara operasional maupun finansial, beberapa tonggak penting telah berhasil dicapai sebagai dasar kesuksesan berkelanjutan di masa depan,” kata Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro secara tertulis yang dikutip pada Minggu (2/4/2023).
Pertumbuhan laba bersih dan pendapatan emiten berkode saham MEDC ini tak lepas dari peningkatan kinerja operasional. Tahun lalu, perseroan memproduksi migas 163 million barrel oil of equivalent per day (mboepd), naik 73% (yoy) dengan biaya US$ 6,9 per barrel of oil equivalent.
Capaian tersebut terdiri atas produksi 79% gas dan 21% likuid. Sebanyak 45% dari total produksi terekspos harga komoditas saat ini, 55% pada harga tetap yakni US$ 6,8 per mmbtu pada 2022.
Sedangkan kinerja operasional ketenagalistrikan mencatatkan penjualan 3.993 gigawatt hour (GWh) yang naik 47% (yoy) dari anak usaha MEDC yakni Medco Power. Pertumbuhan disumbangkan dari operasional IPP Riau sebesar 275 megawatt (MW) pada Februari 2022, serta fasilitas tenaga surya Sumbawa 26 MWp pertengahan tahun lalu.
Selanjutnya dari bisnis mineral, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) memproduksi tembaga 464 Mlbs sepanjang 2022, naik 99% (yoy) dan produksi emas 731 Koz yang naik 367% (yoy). “Kontribusi laba bersih yang signifikan dari AMNT,” tulis manajemen MEDC dalam materi paparan publiknya.
Manajemen menjelaskan, kenaikan produksi ini mengikuti peningkatan pengembangan smelter Fase 7. Adapun harga tembaga terealisasi rata-rata adalah US$ 3,56 per pon.
Sementara itu, dari struktur permodalan, MEDC tercatat masih memiliki utang kotor US$ 3,2 miliar dan utang bersih US$ 2,4 miliar yang di bawah level tahun 2019. Obligasi rupiah diterbitkan pada Juli 2022 untuk pembayaran utang yang jatuh tempo tahun ini sebesar US$ 95 juta.
“Tender offer dan buyback sebesar US$ 456 juta untuk pembayaran obligasi dolar AS yang saat ini 54% dari utang terkonsolidasi,” sambung manajemen MEDC.
Perseroan juga berencana melunasi utang akuisisi Corridor pada akhir 2024 sebesar US$ 850 juta, sedangkan US$ 415 juta telah dilunasi pada 2022 sejak Maret.
Tahun ini, MEDC menargetkan produksi migas sekitar 160 mboepd, sedikit turun dari realisasi 2022. Sedangkan penjualan listrik dipatok pada jumlah 4.000 GWh atau sedikit lebih tinggi dari realisasi tahun lalu.
Sedangkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk lini bisnis migas sebesar US$ 250 juta, dengan capex ketenagalistrikan US$ 80 juta. Tahun lalu, MEDC mengeluarkan capex migas US$ 269 juta, terutama untuk pekerjaan dua proyek pengembangan gas yang baru di Natuna.
Sedangkan capex ketenagalistrikan berada di kisaran US$ 33 juta untuk pengembangan IPP berbahan bakar gas Riau 275 MW dan fasilitas Solar PV Sumbawa 26 MWp.
Pengembangan-pengembangan baru juga telah dimulai, pengembangan panas bumi Ijen 34 MW fase I dan proyek regasifikasi Sumbawa, bersama dengan pengembangan lebih lanjut di Natuna dan PSC Corridor.
“ Medco Energi telah mencapai tingkatan baru, menunjukkan kinerja operasi inti yang kuat dengan peningkatan produksi setelah akuisisi Corridor dan beroperasinya proyek-proyek baru pada segmen migas maupun ketenagalistrikan dengan baik, serta didukung harga komoditas yang tinggi,” sebut CEO MEDC Roberto Lorato.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





