Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Mau ke 7.000, Beberapa Saham Bisa Ikut Terkerek

Penulis : Zsazya Senorita
3 Apr 2023 | 05:01 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi menguat pekan ini menuju level resistance 6.900 pekan ini atau awal April 2023 dan kembali ke level 7.000 dalam jangka panjang. Adapun support indeks akan berada di level 6.760.

“Pergerakan indeks pekan ini akan dipengaruhi rilis kinerja perusahaan dan aksi korporasi seperti dividen. Selain itu, meredanya krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa membuat para pelaku pasar akan fokus ke kinerja emiten kuartal I-2023 yang segera dirilis dalam beberapa pekan ke depan,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, rilis data ekonomi, seperti purchasing managers index (PMI) Indonesia, data inflasi, aksi korporasi, hingga rilis kinerja keuangan 2022 diproyeksikan mewarnai pergerakan IHSG pekan ini.

ADVERTISEMENT

Martha merekomendasikan saham BMRI untuk dikoleksi, karena segera melaksanakan stock split. Selain itu, kinerja positif perseroan diprediksi belanjut tahun ini.

Analis Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan, setelah di tutup di bawah MA50 pada level 6.821, Jumat lalu. Level support IHSG akan berkisar 6.723-6.560, sedangkan level resistance 6.850-6.962.

“Indeks menuju dynamic support MA10 dan MA20 di 6.723-6.744. Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG selama sepekan ke depan, sebelum kembali menghadapi uji support pada titik previous low 6.510-6.560,” terang Mayang secara tertulis.

Di sisi lain, upper channel indeks di seputaran 6.850 menjadi resistance terdekat yang harus ditembus, demi mematahkan tren turun jangka pendek. 

Untuk saran trading sepekan ke depan, Mayang menilai, investor patut memperhatikan saham BBRI dan bisa menggunakan teknik buy on weakness pada support level Rp 4.640-4.690. Sebab, BBRI diharapkan mampu rebound menuju resistance minor pada Rp 4.900, disusul target selanjutnya pada titik previous high 4.980-5.025.

Selanjutnya, dia merekomendasikan saham SIDO dengan titik buy di sekitar MA20 Rp 865. SIDO berpotensi melanjutkan penguatan menuju titik previous high Rp 915 sampai dengan target dari pola inverted head and shoulders di Rp 940. 

“Destinasi selanjutnya yaitu resistance minor di range Rp 990-1020, disusul titik all time high Rp 1.070,” sambung dia.

Dalam jangka panjang, Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe optimistis IHSG bisa melewati level 7.000 atau bahkan menyentuh 8.000 sampai akhir 2023 atau membuat new high dari tahun lalu. Keyakinan ini dilatarbelakangi pertumbuhan ekonomi yang menurut dia mencapai sekitar 4,8-5%.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia