Apa Kabar Investasi Emtek (EMTK) di Grab?
JAKARTA, investor.id - Emiten Eddy K Sariaatmadja, PT Elang Mahkota Teknologi tercatat memiliki investasi jangka panjang di PT Grab Teknologi Indonesia atau Grab Indonesia.
Dalam laporan keuangan Emtek untuk tahun 2022, dijelaskan bahwa berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria SH MKn No 51 tanggal 8 April 2021, Emtek mengambil 244.572.580 saham baru yang dikeluarkan oleh PT Grab Teknologi Indonesia (GTI) dengan nilai penyertaan Rp 2,39 triliun dengan nilai nominal saham sebesar Rp 244,57 miliar setara dengan kepemilikan 2,67%.
Kemudian berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria SH MKn No 191 tanggal 30 Juni 2021, Emtek menambah kepemilikan 311.274.193 saham baru yang diterbitkan oleh GTI atau setara dengan kepemilikan 3,29% dengan nilai penyertaan sebesar Rp 3,05 triliun atau setara dengan US$ 210 juta.
“Setelah penambahan kepemilikan tersebut, kepemilikan perusahaan di GTI menjadi 555.846.773 saham atau setara dengan kepemilikan 5,88%,” jelas manajemen Emtek dalam laporan keuangan dikutip Senin (3/4/2023).
Manajemen Emtek melanjutkan, pada tanggal 22 Maret 2021 dan 23 Juni 2021, perusahaan menandatangani perjanjian opsi. Di mana perusahaan memiliki pilihan, namun tidak diwajibkan, untuk menjual saham GTI kepada Grab Holdings Inc (GHI) dengan harga pelaksanaan sebesar US$ 375 juta, yang diamendemen pada tanggal 29 Juni 2022.
“Periode pelaksanaan opsi adalah 2 minggu setelah GTI melakukan IPO atau paling lambat pada tanggal 30 Juni 2024,” papar manajemen Emtek.
Selain itu, Emtek menandatangani perjanjian waran di mana perusahaan memiliki pilihan, namun tidak diwajibkan, untuk membeli saham Grab Holdings Limited (GHL), yang diamendemen pada tanggal 29 Juni 2022. Harga pelaksanaan adalah US$ 4,728728 per saham dengan total harga pelaksanaan sebesar US$ 375 juta.
Manajemen Emtek menyebutkan, pada tanggal 31 Desember 2022, perusahaan mengakui nilai wajar atas opsi tersebut sebesar Rp 835 miliar yang dicatat sebagai bagian dari akun “Instrumen derivatif” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Dan mengakui rugi atas nilai wajar sebesar Rp 1,43 triliun sebagai bagian dari akun “laba atas Investasi - neto” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






