Jumat, 15 Mei 2026

3 Emiten Dipantau Khusus Bursa, Ada yang Tak Bukukan Pendapatan, kok Bisa?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Apr 2023 | 21:25 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan saham 3 emiten masuk dalam pemantauan khusus. Ketiganya adalah PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC), dan PT Pakuan Tbk (UANG).

“Dengan ini Bursa mengumumkan efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus,” ungkap Kepala Divisi LPP BEI Saptono Adi Junarso dalam keterbukaan informasi, Senin (3/4/2023).

Saham Citra Putra masuk dalam pemantaun khusus dengan kriteria 5, yakni memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

ADVERTISEMENT

Saham Falmaco Nonwoven masuk kriteria 2, yaitu laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer).

Lalu saham Pakuan masuk kriteria 3, yang artinya tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya. Dan juga kriteria 5 atau memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

Perubahan tersebut, jelas Saptono Adi Junarso, mulai efektif pada tanggal 4 April 2023

Saham Citra Putra dan Pakuan dicatatkan di papan pengembangan, sedangkan saham Falmaco Nonwoven dicatatkan di papan akselerasi.

Pakuan

Sementara itu, dalam laporan keuangan Pakuan (UANG) yang berakhir pada 31 Desember 2022, perseroan tak mencatatkan pendapatan, beban pokok pendapatan, ataupun laba kotor.

Namun pada 2021, Pakuan masih membukukan pendapatan Rp 7,46 miliar, beban pokok pendapatan Rp 5,98 miliar, dan laba kotor Rp 1,47 miliar.

Adapun perseroan mencatat rugi tahun berjalan pada 2022 Rp 59,11 miliar, menyusut ketimbang posisi tahun sebelumnya dengan rugi tahun berjalan Rp 76,14 miliar.

Per 31 Desember 2022, total aset perseroan Rp 1,48 triliun, naik dari Rp 1 triliun. Sedangkan total liabilitas Rp 1,5 triliun per akhir Desember tahun lalu, melonjak dari Rp 968,23 miliar.

Perseroan mencatatkan sahamnya di BEI pada 6 Juli 2020. Bidang usaha utama perseroan adalah penyediaan akomodasi, real estat, aktivitas olah raga, dan rekreasi lainnya.

Pada perdagangan 3 April, saham UANG ditutup meloncat 8,30% ke Rp 535. Namun dalam periode year to date (ytd), UANG ambles 39,89%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia