Ini Transformasi Terbesar Telkom (TLKM), Potensi Cuan Sahamnya juga Besar?
Perbedaan penetrasi dalam layanan tersebut menunjukkan peningkatan cross-selling yang signifikan antara mobile dan fixed internet, apalagi layanan gaya hidup dan penguatan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU). FMC tepat dilakukan sebelum penerapan 5G.
“Sebanyak 23 dari 25 perusahaan telekomunikasi global memiliki unit tetap dan seluler di bawah satu perusahaan, dengan kepemilikan hampir 100%,” jelas Niko.
Baca Juga:
Indosat (ISAT) Ingin Garap Bisnis BaruT-Mobile dan Telkom adalah pengecualian, dengan Telkom diharapkan untuk mengubahnya. Telkom secara keseluruhan akan meningkatkan melalui integrasi jaringan saat ini (mobile, fixed, wifi, IP, dan lain-lain), serta integrasi sumber daya infrastruktur (terminal, kabinet, menara kabel dan lain-lain). Selain itu, konvergensi layanan pada satu ID atau nomor.
“5G akan tersedia di tahun-tahun mendatang dan Fixed Wireless adalah kasus penggunaan paling menonjol saat ini menurut OEM Ericsson, menjadikan FMC cara terbaik untuk memonetisasi 5G,” ungkap Niko.
Menurut dia, platform FMC Telkom akan membuat layanan lebih terjangkau. Dengan kemajuan FMC, kita akan melihat proliferasi cloud konsumen dan perangkat IOT dengan simcard baru, yang semuanya dapat ditagih secara potensial menjadi satu tagihan, satu ID/nomor dengan biaya yang dapat disebar di antara anggota rumah tangga/grup.
Sementara itu, mengenai saham TLKM, Niko menegaskan bahwa saham tersebut tergolong defensif dengan prospek pertumbuhan yang membaik. TLKM menawarkan profitabilitas dan arus kas yang stabil yang menghasilkan dividen dengan pertumbuhan yang membaik. Perseroan memperkirakan pertumbuhan sektor sebesar 8% CAGR 2021-2025 dengan asumsi Telkom sebagai penggerak sektor tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham TLKM dengan target harga Rp 5.000. Hingga berita ini ditayangkan, TLKM berada di level Rp 4.060. Dengan demikian, potensi cuan dari saham TLKM masih cukup besar mencapai 23%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






