Jumat, 15 Mei 2026

Permintaan Wisata Religi Tinggi, Arsy Travelindo (HAJJ) Incar Kenaikan Pendapatan 25%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
6 Apr 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
PT Arsy Buana Travelindo TBK (HAJJ)
PT Arsy Buana Travelindo TBK (HAJJ)

JAKARTA, investor.id - PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) mengincar pendapatan 2023 naik hingga 25% dibanding tahun sebelumnya. Target tersebut seiring tingginya permintaan perjalanan wisata religi di Tanah Air.

Direktur Utama Arsy Buana Travelindo Saipul Bahri mengatakan, target itu akan ditopang oleh tingginya minat masyarakat dalam melakukan wisata religi seperti haji dan umrah. Emiten berkode HAJJ tersebut memproyeksikan ada peningkatan trafik setelah musim haji di buka pada Agustus 2023.

“Untuk itu dana hasil IPO sebesar Rp 96,19 miliar akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja, rincian yakni 60% untuk membiayai reservasi dan sisa sebesar 40% digunakan untuk reservasi slot kamar,” jelas Saipul usai listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/4/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, saat ini perseroan sudah memiliki 112 mitra penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Ke depan perseroan menargetkan mampu menambah jumlah kemitraan hingga di atas 150 mitra. Selain itu, Arsy Buana telah bekerja sama dengan beberapa hotel yang berlokasi di Arab Saudi seperti hotel Al Fajr Al Badea, hotel Al Janadriyah di Mekkah dengan slot kamar berkisar 800 kamar.

“IPO Arsy Buana Travelindo akan memperkuat dan memperluas jangkauan perseroan dengan meningkatkan investasi pada penyediaan akomodasi yang lebih variatif dengan harga kompetitif,” ujar Saipul.

Di sisi lain, Perseroan melepaskan 687,1 juta saham atau sebanyak 29,998% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan juga menerbitkan sebanyak 549,68 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau sebanyak 34,282% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran. 

Harga pelaksanaan waran Rp 175 per saham, sehingga total hasil pelaksanaan waran maksimal sebesar Rp 96,194 miliar. Pelaksanaan waran dapat dilakukan enam bulan atau lebih sejak efek tersebut diterbitkan, yakni mulai 5 Oktober 2023 sampai dengan 3 April 2026.

Selama masa penawaran umum, berdasarkan sistem e-IPO, Perseroan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 33,14 kali. Jumlah pemesan saham HAJJ adalah sebanyak 15.717 pihak yang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia dan dari 5 mancanegara.

Para pemesan didominasi oleh investor individu sebanyak 15.709 pihak sedangkan sisanya sebanyak 8 investor institusi. Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Surya Fajar Sekuritas. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia