Dubai Full Branch, BSI (BRIS) Bidik Transaksi Perdagangan di Timur Tengah
JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI dalam waktu dekat kantor perwakilan (representative office) BSI di Dubai akan menjadi kantor cabang penuh (full branch). Dengan naik kelasnya kantor di Dubai, BSI mengincar potensi volume transaksi perdagangan ekspor-impor di Timur Tengah 10-20%.
“Transaksi ekspor-impor perdagangan Indonesia-Uni Emirate Arab (UEA) kira-kira volumenya US$ 4-5 miliar. Belum ada bank Indonesia yang garap di sana, ini potensi besar, kami paling tidak bisa 10-20% itu sudah bagus,” ungkap Direktur Treasury and International BSI (BRIS) Mohammad Adib ditemui di Jakarta, Selasa (4/4/2023) malam.
Apalagi, saat ini belum ada bank asal Indonesia yang memiliki kantor cabang di Dubai. Dengan naik kelasnya status kantor cabang tersebut, BSI dapat lebih luas memberikan layanan dan produk ke nasabah di Dubai, Uni Emirate Arab. Jajaran pimpinan kantor representatif BSI di Dubai juga sudah melakukan uji kelayakan dengan regulator keuangan di wilayah tersebut untuk kesiapan pengembangan kantor representatif menjadi kantor cabang.
Wakil Direktur Utama BSI (BRIS) Bob Tyasika Ananta menambahkan, literasi perbankan syariah masih tipis, sedangkan instrumen syariah juga belum terlalu luas. Sehingga dengan adanya kantor cabang penuh di Dubai dapat memperluas pangsa pasar keuangan syariah. “Instrumen bisa jadi untuk fund raising, funding. Kita lirik UEA juga, perdagangan Timur Tengah itu defisit kalau dimasukkan minyak, tapi di luar minyak, perdagangan sudah positif. Kita ingin hadir ke sana untuk masuk peluang selain ke dalam instrumen syariah tapi flow trade juga,” jelas Bob.
Tak hanya pasar luar negeri, di dalam negeri sendiri BSI juga terus ekspansi. Terkait dengan rencana Unit Usaha Syariah (UUS) BTN masuk BSI, Bob menyebut, hal tersebut merupakan ranah dari pemegang saham, sehingga perseroan tidak dapat berkomentar lebih lanjut.
Namun, banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan antar kedua bank. "Kita lihat ada kolaborasinya misalnya. UUS BTN merupakan best practice di mortgage sementara BSI unggul di funding," kata Bob.
Seperti diketahui bersama, BSI yang saat ini menempati peringkat 14 bank syariah dunia diharapkan dapat masuk dalam 10 besar bank syariah terbesar dunia pada 2025. BSI sendiri berhasil mencetak aset Rp306 triliun di akhir 2022. Aset tersebut tumbuh 15,24 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






