Target Harga Baru Saham Raja Mi Instan (ICBP), Masih Gurih nih!
Sementara itu, margin EBIT bisnis susu meningkat, namun pertumbuhan volume masih menantang. Margin EBIT kuartal IV-2022 bisnis susu berada di 10%, melesat dibanding kuartal IV-2021 di 2,8%. Kenaikan ini berasal dari kombinasi harga susu skim yang lebih rendah dan kenaikan harga besar-besaran sebesar hingga 13% di 2022.
Peluncuran susu UHT seri Korea telah menunjukkan hasil yang positif, namun berdampak minimal pada pertumbuhan volume. Indofood CBP mencatat bahwa bisnis susu mencatat penurunan volume sebesar 10% pada 2022 karena tekanan pada segmen produk susu cair, sementara kinerja segmen produk susu kental manis tetap stabil.
Sementara harga susu skim yang rendah turun 7-8% YTD akan menguntungkan bisnis susu, harga gula yang naik tinggi 4-5% YTD dapat mengimbangi ini.
“ICBP telah mengarahkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10-12%, dengan bisnis di luar negeri tumbuh lebih cepat. Margin EBIT diperkirakan akan mencapai 18-20% pada tahun 2023. Target pendapatan sedikit lebih rendah dari target kami, sementara panduan margin tetap sejalan dengan perkiraan kami,” jelas Vanessa.
RHB Sekuritas merekomendasi beli saham ICBP dengan target harga baru Rp 12.500. Risiko rekomendasi ini termasuk ketegangan geopolitik yang mengakibatkan harga bahan baku lebih tinggi, dan apresiasi rupiah yang lebih lemah dari perkiraan.
“Kami menerapkan diskon ESG 2% untuk nilai intrinsik berbasis DCF berdasarkan metodologi internal kami, untuk mendapatkan target harga,” sebut Vanessa.
Sementara itu, pada perdagangan Kamis (6/4/2023), saham ICBP bertengger di level Rp 10.075. Dengan demikian, potensi cuan dari saham ICBP masih gurih sebesar 24%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






