Jumat, 15 Mei 2026

PIPA Masuk Bursa Senin, Oversubscribed Gak Kira-kira!

Penulis : Jauhari Mahardhika
9 Apr 2023 | 19:14 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/4/2023). Selama penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), saham PIPA kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 27,6 kali.

Produsen pipa PVC tersebut melepas 925 juta saham atau setara 27,01% melalui IPO. Total pesanan yang masuk tak kira-kira hingga 25,5 miliar saham. Shinhan Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dengan harga IPO sebesar Rp 105 per saham, Multi Makmur Lemindo memperoleh dana Rp 97,1 miliar. “Saham Multi Makmur Lemindo (PIPA) akan tercatat di papan pengembangan. PIPA menjadi perusahaan tercatat ke-30 di BEI tahun ini,” jelas BEI dalam laporannya, yang dikutip pada Minggu (9/4/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun total saham PIPA yang dicatatkan di bursa sebanyak 3,42 miliar, sehingga kapitalisasi pasarnya senilai Rp 359,62 miliar. Selain saham, PIPA akan mencatatkan waran dengan kode PIPA-W. Harga exercise PIPA-W sebesar Rp 110.

Saat penawaran umum, PIPA menerbitkan 832,5 juta waran seri I secara gratis. Setiap pemegang 10 saham baru dapat 9 waran seri I, dimana setiap 1 waran mendapat hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 110 dalam periode tertentu.

Sesuai rencana, PIPA akan menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp 19,29 miliar untuk pembangunan fasilitas pabrik baru PIPA PVC & HDPE, serta FITTING PVC di Komplek Industri Buditec, Serang Barat. Sekitar Rp 41,78 miliar bakal dipakai untuk pembelian mesin dan fasilitas produksi serta fasilitas pendukung produksi, yang akan dibeli pada kuartal II-2023.

Kemudian, sekitar Rp 1,85 miliar akan digunakan untuk membeli 4 kendaraan operasional perusahaan. Sekitar Rp 3 miliar dipakai untuk pembayaran pokok utang pada PT Bank Oke Indonesia. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Multi Makmur Lemindo untuk meningkatkan kapasitas produksi pipa dan produk bahan bangunan, pembelian bahan baku langsung hingga biaya pemasaran.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia