Tak Ingin Kehilangan Momentum, Investor Domestik Antusias Akumulasi Saham GOTO
JAKARTA, investor.id – Softbank mengurangi kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam beberapa pekan terakhir. Aksi tersebut dimanfaatkan sejumlah investor ritel dan institusi dalam negeri untuk mengakumulasi saham GOTO.
Berdasarkan data kepemilikan saham GOTO yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 April 2023 terungkap bahwa proposi investor asing di GOTO turun dari 78,3% per 31 Desember 2022 menjadi 78% hingga 31 Maret 2023.
Data tersebut menggambarkan bahwa selama kuartal I-2023, investor asing melepas sebanyak 0,3% kepemilikan saham di GOTO. Satu dari beberapa investor asing yang mengurangi kepemilikan adalah SVF GT SUBCO yang disebut terafiliasi dengan Softbank.
Pada akhir 2022, SVF GT SUBCO tercatat sebagai pemegang 103,1 miliar saham GOTO atau setara 8,71%. Namun akhir Maret 2023, kepemilikannya turun menjadi 92,3 miliar atau setara 7,79%.
“Orang hanya melihat saham Subco di GOTO berkurang 10 miliar unit. Padahal, mereka masih memiliki 92 miliar saham GOTO. Jumlah saham yang dimiliki masih banyak dan signifikan. Menjual sebagian kecil saham untuk cuan adalah hal wajar,” Kata analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna Pradana di Jakarta, Senin (10/4/2023).
Di saat kepemilikan saham GOTO oleh investor asing berkurang, proporsi pemegang saham investor domestik justru meningkat pesat. Menariknya lagi, tipe investor lokal yang mencatatkan kenaikan kepemilikan saham GOTO beragam mulai dari investor ritel hingga institusi.
Baca Juga:
Dahsyatnya Efek GOTODari sisi investor ritel, jumlah kepemilikan saham GOTO oleh perorangan lokal per 31 Maret 2023 mencapai 111,3 miliar saham atau naik 473 juta saham, dibandingkan akhir tahun 2022. Kemudian investor dari tipe institusi seperti asuransi tercatat mengempit saham GOTO sebanyak 28,5 miliar per akhir Maret 2023 atau naik 1 miliar dibandingkan dengan akhir Desember 2022.
Selain asuransi, porsi kepemilikan saham GOTO oleh reksadana lokal juga mengalami kenaikan menjadi 23,2 miliar akhir bulan lalu atau setara dengan kenaikan hampir 516 juta saham dibandingkan akhir 2022.
Sejalan dengan kenaikan jumlah investor individual, pemegang saham jenis perusahaan juga meningkat. Hingga akhir Maret 2023, jumlah saham GOTO yang dipegang oleh investor jenis perusahaan mencapai 84,3 miliar atau naik hampir 2,4 miliar dibandingkan dengan akhir tahun.
Dinilai Wajar
Raditya menilai bahwa perubahan komposisi pemegang saham merupakan hal yang wajar dan mencerminkan dinamika di pasar. Yang patut digarisbawahi, dibalik penjualan saham dalam jumlah besar, selalu ada investor yang terus melakukan akumulasi.
“Aktivitas perdagangan saham pada dasarnya merupakan aktivitas jual dan beli. Pada kasus GOTO, investor asing memang jual, tetapi kan ada yang menampung terutama investor lokal, jadi ini bukan masalah, ini hanya dinamika yang terjadi di pasar modal. Kondisi tersebut murni terjadi karena mekanisme pasar,” terang Radit.
Raditya menjelaskan, kenaikan kepemilikan saham GOTO oleh investor lokal dari berbagai kalangan menunjukkan banyaknya investor yang optimistis bahwa fundamental GOTO ke depan akan semakin baik dan meyakini bahwa tahun ini menjadi momentum turnaround GOTO.
“Saya rasa kemampuan GOTO untuk rasionalisasi beban biaya dan peningkatan monetisasi di sepanjang 2022 mampu meningkatkan confidence investor dan target margin kontribusi positif di kuartal I 2023 serta adjusted EBITDA positif pada akhir tahun menjadi lebih mudah dicapai, sehingga banyak investor terutama lokal tak ingin kehilangan momentum tersebut sehingga memutuskan untuk Buy on Weakness (BoW) saham GOTO” ungkap Raditya.
Sementara itu perdagangan saham Senin (10/4/2023), saham GOTO turun ke level Rp 94 atau terkoreksi 6,93% hingga pukul 10.30 WIB.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






