Jumat, 15 Mei 2026

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 4,08 T

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Apr 2023 | 14:22 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi proyek PTPP. Foto: Joanito
Ilustrasi proyek PTPP. Foto: Joanito

JAKARTA, investor.id - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan perolehan kontrak baru sampai dengan akhir Maret 2023 sebesar Rp. 4,08 triliun. Perolehan kontrak baru ini tumbuh 32,13% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp 3,09 triliun.

Adapun beberapa proyek yang berhasil diraih oleh PTPP sampai Maret 2023, antara lain proyek Gedung Kemensesneg IKN sebesar Rp 835 miliar, proyek East Port Lamongan Phase 1A & 1B sebesar Rp 767 miliar, dan sebagainya.

Sampai dengan Maret 2023, kontrak baru dari pemerintah mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 64%, disusul oleh swasta sebesar 36%, dan BUMN sebesar 12%. Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri dari induk sebesar 85,53% dan anak usaha sebesar 14,47%.

ADVERTISEMENT

Sedangkan, berdasarkan lini bisnis perusahaan komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri dari lini bisnis gedung sebesar 50%, pelabuhan sebesar 20,35%, jalan dan jembatan sebesar 17,07%, irigasi sebesar 6,04%, bendungan 3,33%, industri sebesar 2,38%, dan minyak & gas sebesar 0,83%.

“Sampai dengan akhir Maret 2023, PTPP berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 4,08 triliun atau meningkat sebesar 32,13% secara year on year," papar Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi dalam keterangan resmi, Senin (10/4/2023).

"Dengan total raihan perolehan kontrak baru di kuartal pertama tahun 2023 ini, PTPP masih optimis dapat mencapai perolehan kontrak baru sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh manajemen,” sebutnya.

Dia menambahkan, untuk memaksimalkan perolehan kontrak baru di tahun ini, PTPP masih akan berfokus kepada proyek-proyek strategis yang dimiliki oleh pemerintah dan BUMN.

RUPST

Dalam rangka memenuhi peraturan pasar modal dan undang-undangan perseroan terbatas, PTPP akan melaksanakan kewajiban tahunannya, yaitu pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2022 yang akan diselenggarakan pada Rabu (12/4/2023).

Dalam RUPS tahunan tersebut, PTPP akan memaparkan 9 mata acara di mana salah satunya terdapat mata acara terkait perubahan anggaran dasar perseroan.

Dalam mata acara tersebut, PTPP akan melakukan pengurangan kegiatan usaha, yaitu Kode KBLI 46634 yang terdiri dari perdagangan besar semen, kapur, pasir, dan batu; beserta Kode KBLI 46610 yang terdiri dari perdagangan bahan bakar padat, cair, gas, dan produk YBDI.

Perubahan kegiatan usaha tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha PTPP di mana kegiatan tersebut belum dijalankan oleh perusahaan.

Mata acara terkait perubahan anggaran dasar membutuhkan kuorum kehadiran pemegang saham sebesar 2/3 atau 66,67%.

“Dalam kegiatan RUPS tersebut, PTPP akan memaparkan sembilan mata acara di mana salah satu mata acara membutuhkan kuorum kehadiran pemegang saham sebesar 66,67%,” terang Bakhtiyar Efendi.

“Dengan ini kami mengharapkan partisipasi para pemegang saham PTPP untuk dapat hadir secara fisik maupun online atau dapat memberikan kuasanya kepada kuasa independent perusahaan dan e-proxy melalui sistem KSEI,” ujarnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia