Jumat, 15 Mei 2026

Usai Cum Dividen, Saham Indo Tambangraya (ITMG) ARB, Ternyata Begini Prospek Sahamnya?

Penulis : Parluhutan Situmorang
11 Apr 2023 | 10:33 WIB
BAGIKAN
Kegiatan tambang. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Derizal
Kegiatan tambang. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Derizal

JAKARTA, investor.id - Harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) anjlok hingga auto reject bawah (ARB) usai tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi berakhir pada 10 April.

Saham ITMG amblas Rp 2.850 (6,97%) menjadi Rp 38.025. Saham ini dibuka langsung ARB ke level Rp 38.025 dan harga tersebut bertahan hingga berita ini ditayangkan. Jika dibandingkan dengan dividen yang akan diperoleh, penurunan tersebut masih lebih rendah.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Indo Tambang sebelumnya memutuskan pembagian dividen untuk tahun buku 2022 senilai US$ 474,63 juta atau setara Rp 6.416 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 18 April 2023 dengan recording date tanggal 12 April 2023.

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana dengan prospek saham ITMG? Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset sebelumnya memberikan rekomendasi beli saham ITMG dengan target harga Rp 45.000. Target tersebut direvisi turun dari estimasi semula Rp 50.000.

Menurut dia, Indo Tambang menunjukkan kinerja keuangan dengan pertumbuhan pesat tahun 2022, yang didukung kenaikan rata-rata harga jual komoditas batu bara. Namun, kondisi ini diprediksi berbalik pada 2023.

“Kami mewanti-wanti bahwa kinerja keuangan Indo Tambang akan turun tahun ini, yang dipicu oleh penurunan rata-rata harga jual batu bara bersamaan dengan peningkatan stripping ratio,” tulisnya dalam riset.

Dia memperkirakan penurunan laba bersih ITMG menjadi US$ 811 juta pada tahun 2023 dan diprediksi melanjutkan koreksi menjadi US$ 579 juta pada 2024 dibandingkan raihan tahun lalu US$ 1,19 miliar. Begitu juga dengan pendapatan tahun ini diprediksi turun menjadi US$ 2,94 miliar dan menjadi US$ 2,66 miliar pada 2024 dibandingkan raihan tahun lalu US$ 3,63 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia