Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik Dua Kali Lipat
JAKARTA, investor.id – Perolehan kontrak baru PT Adhi Karya Tbk (ADHI) meningkat dua kali lipat. Pada Februari 2023, ADHI mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 4,3 triliun. Sebulan kemudian atau Maret 2023, kontrak perseroan melonjak menjadi Rp 8,9 triliun.
"Per Maret Rp 8,9 triliun. Itu termasuk kontrak baru yang ADHI raih di proyek probolinggo-Banyuwangi dan Solo-Yogyakarta," ucap Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson menjawab pertanyaan Investor Daily, Selasa (11/4/2023).
Baca Juga:
PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 4,08 TDilihat dari rinciannya, proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Paket 1.2A dan Proyek Tol Probowangi Paket 1 merupakan dua proyek yang berkontribusi besar terhadap raihan kontrak baru ADHI. Kontributor lainnya datang dari pekerjaan perkerasan jalan pertambangan Tanjung Enim, dan proyek Tol Trans Sumatera (Bayung Lencir) dan SPAM Regional Wosusokas.
Artinya, lini bisnis engineering dan konstruksi mendominasi raihan kontrak baru sebesar perseroan tahun ini sebanhak 93%, lini bisnis properti dan hospitality sebesar 3% dan bisnis lainnya 4%.
Adapun dilihat dari sumber dananya, kontrak baru itu bersumber dari pemerintah sebesar 28%, proyek investasi dan lainnya sebesar 53%, serta BUMN dan BUMD sebesar 19%. Sedangkan diukur dari tipenya, kontrak baru seperti pekerjaan jalan dan jembatan menyumbang sebesar 69%.
Entus menambahkan, ke depan dirinya akan fokus mengembangkan kompetensi di berbagai bidang. Di samping itu, ADHI juga akan menekankan pada proyek-proyek environmental, social, and governance (ESG).
"Kita arahnya ke depan lebih seperti tadi penekanan ke proyek-proyek ESG. Misalnya, pengelolaan air, pengelolaan limbah kemudian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Lalu, pengelolaan sampah terpadu TPST kita mulai banyak ke situ," beber Entus.
Merujuk pada data, lima besar proyek yang dicapai ADHI antara lain Proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Paket 1.2A, Proyek Prasarana LRT Malolos-Clark di Filipina, Proyek Tol Probowangi Paket 1, Proyek Tol Trans Sumatera (Bayung Lencir), serta Proyek Land Development Kalimantan Timur–IKN.
Lebih jauh, perseroan juga serius menggarap konstruksi berbasis lingkungan, termasuk fokus pada pengembangan bisnis kontruksi berbasis lingkungan seperti Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu Medan, RDF (Refuse Derived Fuel) Bantargebang, TPST Kota Denpasar, SPAM Dumai, SPAM Karian, dan lainnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






