Jumat, 15 Mei 2026

Selain Adhi Karya (ADHI), PTPP juga Gak Bagi Dividen

Penulis : Muawwan Daelami
12 Apr 2023 | 21:13 WIB
BAGIKAN
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Tbk (PTPP) di Jakarta, Rabu (12/4/2023).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Tbk (PTPP) di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Tbk (PTPP) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022. Sebelumnya, emiten BUMN konstruksi lainnya, yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga tidak membagikan dividen.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto menjelaskan bahwa perseroan tidak mengalokasikan dividen dari penggunaan laba bersih perseroan tahun 2022. Artinya, 100% laba bersih tahun 2022 digunakan untuk cadangan perseroan.

"Jadi, untuk menambah kemampuan perseroan dari aspek likuiditasnya karena sebagaimana yang kita ketahui, di BUMN Karya ini sangat naik terkait cashflow. Jadi, tahun ini 100% masih digunakan sebagai cadangan," ucap Agus menjawab Investor Daily, usai RUPST perseroan, Rabu (12/4/2023).

ADVERTISEMENT

Berkaca dari laporan keuangan konsolidasian, emiten konstruksi pelat merah tersebut berhasil mencetak pendapatan usaha tahun 2022 sebesar Rp 18,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 271 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menyebutkan bahwa sampai akhir Maret 2023, PTPP telah mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 4,08 triliun, meningkat 32,13% secara year on year (yoy).

Beberapa proyek yang diraih PTPP di antaranya proyek Gedung Kemensesneg IKN sebesar Rp 835 miliar dan proyek East Port Lamongan Phase 1A & 1B sebesar Rp 767 miliar.

Kontrak baru pemerintah mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar 64%, disusul swasta sebesar 36%, dan BUMN sebesar 12%. Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri atas induk sebesar 85,53% dan anak usaha sebesar 14,47%.

Sedangkan berdasarkan lini bisnis perusahaan komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri atas lini bisnis gedung sebesar 50%, pelabuhan sebesar 20,35%, jalan dan jembatan sebesar 17,07%, irigasi sebesar 6,04%, bendungan 3,33%, industri sebesar 2,38%, dan minyak & gas sebesar 0,83%.

"Dengan total raihan perolehan kontrak baru di kuartal pertama tahun 2023 ini, PTPP masih optimistis dapat mencapai perolehan kontrak baru sesuai dengan yang telah ditetapkan manajemen," tutup Bakhtiyar.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia