PTPP Bakal Lepas Aset Rp 1,4 Triliun pada Tahun Ini
JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) berencana melakukan divestasi aset senilai Rp 1,4 triliun pada tahun ini.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto mengatakan, pelepasan aset tersebut berkaitan dengan arus kas. Ini merupakan bagian dari program perseroan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023.
“Jadi asset recycling ini di satu sisi terkait dengan divestasi berupa saham ataupun berupa objek atau aset-aset perusahaan," kata Agus, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTPP di Jakarta, Rabu (12/4/2023).
Agus menjelaskan, perseroan akan melepas saham pada beberapa anak usaha dan cucu usaha. Divestasi saham anak usaha misalnya, dilakukan seiring dengan rencana PTPP menggarap proyek Krakatau Urban Valley di Cilegon bersama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Kemudian, penyelesaian fasilitas Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, proyek investasi Sinergi Investasi Properti (SIP) PTPP bersama BPJS, dan lain-lain. "Itu yang menjadi prioritas target kami untuk bisa kami divestasi," tutur Agus.
Sementara itu, untuk pelepasan aset berupa objek, perseroan akan lebih banyak menyasar aset-aset anak usaha khususnya PT PP Properti Tbk (PPRO) seperti landbank dan unit-unit apartemen. Pun, dengan aset ritel dan mal.
Aset anak usaha berikutnya yang akan dilepas PTPP adalah milik PT PP Presisi Tbk (PPRE) seperti dump truck dan eskavator. Menurut Agus, aset-aset tersebut tidak akan digeluti ke depannya.
"Jadi, bisnis tersebut memang kami divestasi. Kami lebih fokus ke bisnis yang memang kaitannya dengan peralatan-peralatan untuk pekerjaan dan di tambang. Jadi, yang kami lepas lebih banyak terkait dengan alat perancah. Lalu, aset-aset lainnya yang sedang diproses dan masuk penawaran serta beberapa ada yang done," ungkap Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP Sinur Linda Gustina Manurung merinci bahwa total nilai aset-aset yang dilepas dari pihak terafiliasi sebesar Rp 450 miliar dan aset anak usaha sebesar Rp 1 triliun.
"Kalau yang pertama yang kaMI lepas di energi, kami mau melepas yang Odira oil and gas. Terus, aset-aset properti dan beberapa peralatan," katanya.
Sedangkan pelepasan aset dari pihak afiliasi perseroan berupa saham dimana perseroan bertindak sebagai minoritas. Ini sejalan dengan strengthening core dan portfolio streamlining, sehingga dilakukan perampingan.
"Kami harapkan selesai tahun ini. Sekarang beberapa proses Non-Disclose Agreement (NDA) dan kami sedang offering. Kalau untuk afiliasi, kami offer ke majority karena di situ kita minority. Kalau yang anak usaha, kami offering terbuka," tutup Linda.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






