Jumat, 15 Mei 2026

Laba Turun, Prodia (PRDA) Tetap Bagi Dividen Rp 223 Miliar

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
14 Apr 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
PT Prodia Widyahusada Tbk. Foto: prodia.co.id
PT Prodia Widyahusada Tbk. Foto: prodia.co.id

JAKARTA, investor.id - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) tetap membagi dividen Rp 237,9 per saham atau total mencapai Rp 223 miliar, setara 60% dari laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 371,65 miliar. Perseroan tetap memutuskan menebar dividen meski mengalami penurunan laba.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (13/4/23), pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 223 miliar atau 60% dari laba bersih tahun buku 2022. Jumlah pembagian dividen tunai tersebut setara dengan Rp 237,9 per saham.

Direktur Utama Prodia Widyahusada (PRDA) Dewi Muliaty, pembagian dividen ini sejalan dengan komitmen dari perseroan untuk membagikan dividen setiap tahun. Bahkan jumlahnya mencapai 60% dari laba bersih dalam tiga tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

“Hal ini dapat diraih berkat ragam inovasi pengembangan tes yang variatif serta berbagai fitur digital guna memaksimalkan layanan kesehatan, melalui 276 outlet Prodia yang tersebar di 34 provinsi,” jelasnya saat konferensi pers, Kamis (13/4/23).

Sepanjang 2022 Prodia membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp 2,18 triliun, angka itu merosot 17,74% dibanding pendapatan 2021 sebesar Rp 2,65 triliun. Sejalan dengan menurunnya pendapatan, beban perseroan juga menjadi lebih rendah yakni sebesar Rp 854,53 miliar dari sebelumnya pada 2021 lalu mencapai Rp 1,01 triliun. Dengan demikian laba bruto yang diperoleh Rp 1,32 triliun.

Penurunan kinerja berlanjut pada laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp 371,65 miliar atau sebesar 40,37% dibanding periode 2021 laba Rp 623,23 miliar. Hal itu juga membawa laba per saham dasar tercatat Rp 396,42 turun dari laba per saham dasar Rp 664,78 tahun sebelumnya.

Di tahun yang sama, jumlah kunjungan mencapai angka lebih dari 2,8 juta. Prodia juga telah mengembangkan 18 tes baru dari Next-Generation Lab termasuk pemeriksaan genomik terkait gaya hidup dan risiko penya kit, serta pemeriksaan preventif dan prediktif.

Dalam hal akselerasi digital, Prodia menghadirkan anak perusahaan PT Prodia Digital Indonesia yang fokus mengembangkan aplikasi U by Prodia, pengembangan Prodia Mobile for Doctor, serta menyediakan pemesanan layanan Home Service dengan jangkauan hingga lebih dari 1.000 lokasi per hari di seluruh Indonesia.

Selain itu, Prodia juga selalu membangun kolaborasi dengan para penyedia layanan kesehatan lain nya, diantaranya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Alia Hospital, IHH Healthcare Malaysia, serta kemitra an digital lainnya.

“Dengan berbagai inisiatif dan inovasi, Prodia mampu menaklukkan berbagai tantangan I dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan terciptanya paradigma sehat,” ujar Dewi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia