Laporan Terbaru Mengenai Bumi Resources (BUMI)
"Tahun ini menghadirkan tantangan unik seperti hujan lebat yang terus menerus sejak akhir 2021, krisis energi yang diperburuk oleh perkembangan geopolitik, kekhawatiran resesi, dan ketidakstabilan keuangan baru-baru ini yang berpotensi menyebabkan gangguan ekonomi lebih lanjut,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava baru-baru ini.
Tahun lalu, batu bara yang ditambang mencapai 71,9 MT dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 78,8 MT. “KPC turun 9% dan Arutmin turun 3%. Penyebab utama adalah La Nina, hujan terus-menerus sepanjang tahun yang mempengaruhi output sebesar 9% (7 MT),” jelas Dileep.
Adapun volume penjualan batu bara emiten berkode saham BUMI ini sebanyak 69,4 MT pada 2022, turun 12% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 79 MT. Rinciannya, penjualan melalui Kaltim Prima Coal (KPC) sebanyak 48,2 MT atau turun 15% dan Arutmin turun 4% menjadi 21,2 MT.
Meski demikian, realisasi harga batu bara melejit 80% menjadi US$ 121 per ton dari US$ 67,4 per ton. Biaya produksi meningkat menjadi US$ 46,9 per ton dari US$ 37,1 per ton, karena tingginya harga minyak dan rasio pengupasan (stripping ratio).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






