Jumat, 15 Mei 2026

Laporan Terbaru Mengenai Bumi Resources (BUMI)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
14 Apr 2023 | 08:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

"Tahun ini menghadirkan tantangan unik seperti hujan lebat yang terus menerus sejak akhir 2021, krisis energi yang diperburuk oleh perkembangan geopolitik, kekhawatiran resesi, dan ketidakstabilan keuangan baru-baru ini yang berpotensi menyebabkan gangguan ekonomi lebih lanjut,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava baru-baru ini.

Tahun lalu, batu bara yang ditambang mencapai 71,9 MT dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 78,8 MT. “KPC turun 9% dan Arutmin turun 3%. Penyebab utama adalah La Nina, hujan terus-menerus sepanjang tahun yang mempengaruhi output sebesar 9% (7 MT),” jelas Dileep.

Adapun volume penjualan batu bara emiten berkode saham BUMI ini sebanyak 69,4 MT pada 2022, turun 12% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 79 MT. Rinciannya, penjualan melalui Kaltim Prima Coal (KPC) sebanyak 48,2 MT atau turun 15% dan Arutmin turun 4% menjadi 21,2 MT.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, realisasi harga batu bara melejit 80% menjadi US$ 121 per ton dari US$ 67,4 per ton. Biaya produksi meningkat menjadi US$ 46,9 per ton dari US$ 37,1 per ton, karena tingginya harga minyak dan rasio pengupasan (stripping ratio).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia