Sosok Pemilik Indika Energy (INDY) dan Target 2025
Dalam agroforestri, Indika Nature telah memulai fase pertama penanaman di 700 ha dengan target 7.500 ha di 2024. “Di tahun 2023, kami memperkirakan dapat melakukan penjualan pertama dan memperluas bisnis ke pasar produk hilir agroforestri,” ungkap Agus Lasmono.
Di bidang mineral, Indika telah mendorong pengembangan Proyek Emas Awakmas dan memasuki penambangan bauksit dengan mengakuisisi 100% kepemilikan di PT Mekko Metal Mining (Mekko). Mekko memiliki cadangan 5,7 juta ton washed bauksit dan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun dan diharapkan beroperasi penuh pada 2023.
“Untuk semakin mengurangi eksposur kami dalam bisnis terkait batu bara dan mencapai target pendapatan non-batu bara sebesar 50% pada tahun 2025, kami menyelesaikan divestasi PT Petrosea Tbk pada tahun 2022,” terang Agus.
"Dewan komisaris memandang bahwa strategi diversifikasi bisnis yang dibuat oleh direksi selaras dengan pertumbuhan jangka panjang negara dan upaya pemerintah dalam energi transisi
untuk mencapai net-zero emission di tahun 2060," lanjutnya.
"Dengan kemajuan yang telah kami buat selama beberapa tahun terakhir menuju target ESG kami, kami optimis dengan prospek bisnis kami di masa depan," tegas dia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


