Penguatan Arus Kas Berlanjut, PTPP Tegaskan Berada dalam Kondisi Sehat
JAKARTA, Investor.id - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terbesar, menungkapkan tingkat kesehatan perseroan sepanjang 2022 menjadi 75,75 dengan kategori Sehat A atau meningkat dari posisisi 71,25 dari tahun sebelumnya.
Penilaian tingkat kesehatan ini didasarkan atas Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dengan Nomor KEP-100/MBU/2022 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Penilaian mempertimbangkan tiga aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek administrasi perusahaan.
Terkait kemampuan melunasi kewajiban, menurut dia, PTPP dalam kondisi kuat. Hal ini ditunjukkan peringkat Single A (idA) dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat perusahaan tersebut berlaku selama satu tahun sejak Maret 2023 hingga Maret 2024.
“Peringkat single A menandakan bahwa PTPP memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan dalam jangka panjang. Sedangkan, kenaikan utang perusahaan sejalan dengan kenaikan aset dan pendapatan usaha, sehingga dapat dikatakan hal tersebut adalah wajar,” ujar Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi melalui penjelasannya di Jakarta, Jumat (14/4/2023).
Baca Juga:
PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 4,08 TSejak tahun 2016, PTPP telah merealisasikan sejumlah aksi korporasi besar melalui pembentukan BUJT dan aktivitas investasi sejumlah aktivitas investasi yang telah dilaksanakan PTPP dalam beberapa tahun ini, seperti PT PP Infrastruktur, PT PP Semarang Demak, PT KIT Batang, PT Celebes Railways Indonesia, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, PT Jasamarga Pandaan Malang, dan lainnya.
Dia mengatakan, pendanaan yang berimbas terhadap peningkatan utang justru berkontribusi terhadap laba perusahaan, baik melalui sinergi lini bisnis, maupun peluang mendapatkan proyek baru melalui kegiatan investasi.
Kas Perusahaan
Terkait rasio kas perusahaan, Bakhtiyar mengatakan, memang menunjukkan angka penurunan pada akhir 2022, karena adanya penyerapan terhadap dana rights issue dan PMN yang berhasil dihimpun perusahaan pada 2016 lalu.
Saat itu, terang dia, PTPP berhasil menghimpun dana segar dari hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) melaui rights issue sebesar Rp 2,16 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah sebesar Rp 2,25 triliun.
“Hingga kini, PTPP telah merealisasikan penggunaan dana rights issue tersebut, yaitu sebanyak 24% untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroran dan sisanya sebanyak 76% telah digunakan sebagai modal belanja perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan proyek infrastruktur prioritas, seperti pembangunan kawasan pelabuhan, jalan tol, apartemen menengah, kawasan industri, dan pembangkit listrik,” terangnya.
Dalam rangka peningkatan arus kas perusahaan, dia menuturkan, PTPP telah melakukan sejumlah aksi korporasi berupa pelepasan asset entitas asosiasi, seperti jalan tol Pandaan Malang, jalan Tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi, dan jalan Tol Cisumdawu.
Ke depan, PTPP akan melanjutkan penguatan arus kas untuk menunjang kegiatan operasi perusahaan melalui pelepasan asset. PTPP juga akan terus memperkuat core business konstruksinya dengan selektif dalam pemilihan proyek-proyek prospektif yang berkontribusi terhadap laba maupun arus kas perusahaan.
Berhasil Bertahan
PTPP berhasil bertahan di tengah kondisi yang penuh tantangan selama masa pandemi Covid-19 lalu, dimana perusahaan mampu bersaing dan membuktikan performanya dengan adanya peningkatan dibandingkan dengan kinerja di tahun sebelumnya.
Di tengah pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, dia mengatakan, perusahaan masih berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp 311 miliar. Setelah pandemi Covid-19, meskipun belum dapat mengembalikan kinerja seperti sebelumnya karena efek pasca pandemi, PTPP konsisten dalam meningkatkan pertumbuhan kinerja di tengah kondisi ketidakpastian perekonomian global dan nasional yang tercermin pada pertumbuhan kontrak baru, pendapatan usaha dan laba kotor tahun buku 2022.
Secara year on year (yoy), perseroan juga berhasil membukukan peningkatan kontrak baru sebanyak 46,64%, pendapatan usaha sebanyak 12,87%, dan laba kotor tumbuh mencapai 23,00%. Kontribusi utama kinerja perusahaan didominasi berasal dari core business induk dengan pendapatan usaha sebesar Rp 12,11 triliun. Hal ini menunjukkan kekuatan lini bisnis PTPP di sektor konstruksi.
“PTPP menekankan bahwa kondisi perusahaan saat ini dalam keadaan sehat tercermin dari hasil tingkat kesehatan yang telah dinilai oleh KAP secara objektif. Adanya transformasi lini bisnis perusahaan mengakibatkan adanya kenaikan terhadap kewajiban, tetapi hal ini juga diimbangi oleh kenaikan asset dan struktur permodalan perusahaan, sehingga hal tersebut adalah wajar,” terangnya.
Dia menambahkan, penilaian terhadap kondisi perusahaan harus berdasarkan data yang objektif, relevan, dan komprehensif. Tidak dapat dipungkiri dampak dari pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Meskipun kondisi sepenuhnya pulih, PTPP menunjukkan konsistensi untuk terus tumbuh. “Sekali lagi, kami sampaikan bahwa PTPP tetap berkomitmen untuk memenuhi semua kewajiban dari stakeholders dan lenders dengan baik,” ujarnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






