Kamis, 14 Mei 2026

Kian Agresif, Investor Asing Net Buy Rp 1,83 Triliun Didominasi Saham Bank Ini

Penulis : Parluhutan Situmorang
14 Apr 2023 | 17:26 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.

JAKARTA, investor.id - Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,83 triliun di seluruh pasar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/4/2023), sebanyak 32,97 poin (0,49%) ke level 6.818,5.

Berikut lima saham dengan net buy terbanyak, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 520,18 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 465,48 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 286,13 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 207,18 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 162,45 miliar.

Sebaliknya, lima saham ini mengalami penjualan bersih (net sell) oleh investor asing, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 39,22 miliar, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 33,68 miliar, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 30,18 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 19,11 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 16,79 miliar.

ADVERTISEMENT

Adapun penguatan IHSG hari ini didukung oleh kenaikan saham sektor keuangan 0,65%, kemudian sektor material dasar naik 0,52%, dan sektor infrastruktur menguat 0,5%. Sebaliknya, pelemahan melanda saham industri 0,89%, lalu sektor konsumer primer terkoreksi 0,36%, dan sektor energi turun 0,33%.

Sedangkan lima saham dengan penguatan tertinggi adalah saham PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) naik Rp 38 (15,7%) menjadi Rp 280, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik Rp 450 (13,01%) menjadi Rp 3.910, dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) naik Rp 15 (10%) menjadi Rp 165.

Selanjutnya, saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) naik Rp 150 (9%) menjadi Rp 1.675 dan PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) naik Rp 18 (9,47%) menjadi Rp 208.

Sebaliknya, lima saham berikut mencatatkan pelemahan tajam, yaitu saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), PT Indo Straits Tbk (PTIS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Royal Prima Tbk (PRIM), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 25 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 34 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 51 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia