Tak Terbendung! Dalam Dua Bulan Saham Pelita Teknologi (CHIP) Terbang 946,87%
JAKARTA, Investor.id – Lompatan harga saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) tak kunjung berhenti, meskipun perdagangan saham ini sempat dihentikan (suspend) hingga dua kali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dipicu lonjakan harga.
Berdasarkan data BEI, saham emiten yang dicatatkan di papan akselerasi ini berhasil ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) setelah harganya naik Rp 150 (9,84%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 1.675 per unit.
Dengan penguatan harga tersebut, saham CHIP telah melesat sebanyak 946,87% dari Rp 160 menjadi Rp 1.675 terhitung sejak listing perdana di BEI pada 8 Februari 2023 hingga penutupan perdagangan saham Jumat (14/4/2023).
Bahkan, berdasarkan data, penguatan harga saham CHIP merupakan yang paling pesat atau tertinggi, di antara 31 saham perdana yang listing di BEI tahun 2023 ini. Kenaikan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) CHIP melesat dari Rp 128,96 miliar menjadi Rp 1,35 triliun.
CHIP sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 200 juta saham atau 24,81% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga pelaksanaan Rp 160 per saham sehingga, meraup dana segar Rp 32 miliar.
Baca Juga:
BEI Buka Suspend Saham CHIP dan INTAPerusahaan ini didirikan pada tahun 2017, tapi baru mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2021. Perusahaan ini memproduksi smart card dan scratch card untuk ponsel, termasuk kartu SIM sistem operasi dan voucher fisik.
CHIP tercatat sebagai pemasok utama untuk Indosat Ooredoo Hutchison. Mulai dari chip hingga pengemasannya. Perseroan juga telah merambah pasar Afrika dengan menyediakan chip bagi Zambia Telecom.
Perseroan juga melayani PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk memberikan jasa Enterprise Software Solution. Betindak sebagai pemegang saham pengendali CHIP adalah PT Karya Permata dengan kepemilikan 59,61%. Sisanya dengan kepemilikan masing-masing sebnayak 3,76% adalah PT Baran Suryamas, PT Surya Pelangi, PT Aneka Taruna, dan PT Wilmar Sejahtera Asia. Sedangkan investor publik menguasai sebanyak 24,81% saham.
Direktur Keuangan Pelita Teknologi Global (CHIP) Hasri Zulkarnain sebelumnya mengatakan, perseroan tengah menyiapkan sejumlah aksi korporasi setelah menuntaskan IPO saham dengan raihan dana segar Rp 32 miliar.
Menurut dia, perseroan sudah mendapat customer di Afrika, sehingga bisa menambah prospek yang menarik untuk tahun 2023. Adapun rencananya di Afrika melalui Zambia Telecom, secara distribusi akan tetap dari Indonesia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


