Jumat, 15 Mei 2026

BEI Kedatangan 31 Emiten Baru, 49 Perusahaan Lagi Masih Antre

Penulis : Indah Handayani
15 Apr 2023 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bursa kedatangan 31 emiten baru sepanjang 2023. Ada 49 perusahaan lagi yang masih anter untuk mencatatkan sahamnya di BEI.   

“Dari 31 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI, berhasil menghimpun dana hingga Rp 22,7 triliun,” ungkap Nyoman Yetna, Jumat (14/4/2023).

Pekan ini, terdapat dua perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Pertama adalah PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) mulai mencatatkan saham dan waran PIPA pada Papan Pengembangan BEI pada Senin (10/4/2023).

ADVERTISEMENT

PIPA merupakan perusahaan tercatat ke-30 di BEI pada tahun 2023. PIPA bergerak pada sektor Industrials dengan subsektor Industrial Goods. Industri dan subindustri PIPA adalah Building Products & Fixtures.

Pada Rabu (12/4/2023) hari yang sama, saham dan waran PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) resmi tercatat di Papan Utama BEI. NCKL merupakan perusahaan tercatat ke-31 di BEI pada tahun 2023. NCKL bergerak pada sektor dan subsektor Basic Materials. NCKL bergerak pada industri Metals & Minerals dan subindustri Diversified Metals & Minerals.

Nyoman Yetna menyebut, saat ini terdapat 49 perusahaan dalam pipeline IPO BEI. Dengan klasifikasi aset perusahaan yang saat in berada di pipeline adalah lima perusahaan aset skala kecil atau aset dibawah Rp 50 miliar. 28 perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar – 250 miliar. Serta, 16 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar.

Lebih lanjut Nyoman Yetna menjabarkan 49 perusahaan dalam pipeline IPO dengan rincian sektornya adalah enam perusahaan sektor barang baku, 10 perusahaan sektor konsumen non primer, enam perusahaan sektor konsumen primer.

Tidak hanya itu, lanjut dia, ada dua perusahaan sektor energi, dua perusahaan sektor keuangan, satu perusahaan Kesehatan, tiga perusahaan sektor industri, dua perusahaan sektor infrastruktur, lima perusahaan sektor property & real estate, tujuh perusahaan sektor teknologi, dan lima perusahaan sektor transportasi.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia