Jumat, 15 Mei 2026

Emas Kembali Jatuh, Tertekan Greenback yang Lebih Kuat

Penulis : Grace El Dora
18 Apr 2023 | 10:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Sumber: Antara)
Ilustrasi harga emas. (Sumber: Antara)

CHICAGO, investor.id – Harga emas kembali tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), membukukan kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Kendati demikian, masih bertahan di atas level psikologis 2.000 dolar AS setelah komentar hawkish pejabat Federal Reserve (Fed) tentang kenaikan suku bunga memicu aksi ambil untung.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada Juni di Divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,80 dolar AS atau 0,44% menjadi ditutup pada 2.007,00 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.028,00 dolar AS dan terendah sesi di 1.993,40 dolar AS.

ADVERTISEMENT

Emas berjangka anjlok 39,50 dolar AS atau 1,92% menjadi 2.015,80 dolar AS pada Jumat (14/4), setelah melonjak 30,40 dolar AS atau 1,50% menjadi 2.055,30 dolar AS pada Kamis (13/4), dan bertambah 5,90 dolar AS atau 0,29% menjadi 2.024,90 dolar AS pada Rabu (12/4).

Dolar AS menguat setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyerukan pengetatan moneter lebih lanjut. Bahkan, ketika data terbaru menunjukkan inflasi AS mundur dengan mantap dari tertinggi 40 tahun yang dicapai tahun lalu.

Dolar juga terangkat pada Senin (17/4) setelah data aktivitas pabrik negara bagian New York pada April 2023, meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, membantu meningkatkan ekspektasi Fed akan tetap menaikkan suku bunga pada Mei 2023.

Pada sebuah diskusi audiensi di Richmond Association for Business Economics pada Senin, Presiden Fed Richmond Tom Barkin ingin melihat lebih banyak bukti inflasi AS kembali ke target bank sentral 2,0%. Dia diyakinkan oleh stabilitas di sektor perbankan.

Data ekonomi yang dirilis pada Senin (17/4) beragam. Indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian itu, melonjak 35,4 poin menjadi 10,8 pada April. Para ekonom memperkirakan pembacaan negatif 15.

National Association of Home Builders/ Wells Fargo Housing Market Index (HMI) naik satu poin menjadi 45 pada April. Pengembang perumahan tetap optimistis dengan hati-hati. Kurangnya persediaan yang ada akan mendorong permintaan rumah baru meskipun suku bunga dan biaya konstruksi tinggi.

Namun dalam sebuah catatan, kata analis di Citi, sementara rekor tertinggi baru tetap menjadi rintangan utama emas, harga logam kuning itu cenderung “merangkak lebih tinggi”.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada Mei turun 37,20 sen atau 1,46% menjadi ditutup pada 25,088 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada Juli terangkat 5,60 dolar AS atau 0,53%, menjadi menetap pada 1.059,60 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia