Indofood CBP (ICBP) Memasuki Musim Panen, Begini Pertimbangannya
JAKARTA, investor.id – Penurunan harga terigu, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan berlanjutnya apresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), membuat perkiraan kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tahun ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan semula.
RHB Sekuritas Indonesia merevisi naik target laba bersih Indofood CBP dari Rp 8,79 triliun menjadi Rp 8,94 triliun tahun ini. Sebaliknya, perkiraan pendapatan perseroan direvisi turun dari Rp 76,11 triliun menjadi Rp 72,45 triliun pada 2023.
“Kami memperkirakan penjualan Indofood CBP bertumbuh didukung faktor musiman. Selain itu, perseroan memiliki kemampuan untuk tetap bertumbuh di tengah penurunan daya beli konsumen,” tulis analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya dalam riset terbarunya.
Dia menyebutkan, penjualan mi instan masih menjadi penyumbang terbesar atau setara dengan 60-70% terhadap pendapatan emiten berkode saham ICBP tersebut tahun ini. Secara faktor musiman, pertumbuhan penjualan mi instan bisa mencapai 20% pada kuartal I setiap tahun dibandingkan kuartal IV. Selama ini, penjualan mi instan tetap naik, meskipun daya beli masyarakat turun.
ICBP, menurut dia, juga didukung oleh keputusan untuk menaikkan harga jual produk sepanjang tahun lalu. Kenaikan harga jual produk tahun lalu mencapai 13% yang diikuti dengan penurunan harga bahan baku tahun ini akan membuat tingkat margin keuntungan perseroan tumbuh pesat tahun ini.
Lebih lanjut Vanessa mengungkapkan, penurunan harga gandum, CPO, bersamaan dengan penguatan rupiah akan membuat tingkat margin keuntungan ICBP menguat tahun ini. “Margin EBIT perseroan telah pulih dan balik ke kondisi sebelum pandemi Covid-19 pada kuartal IV-2022. Sedangkan tahun ini diprediksi tidak akan ada kenaikan harga jual produk,” terangnya.
Terkait prospek segmen produk susu olahan, ICBP diprediksi masih menghadapi tantangan karena dipengaruhi tingkat kompetisi yang tinggi dari merek-merek baru. Namun, penurunan harga pembelian skim milk bisa berimbas positif terhadap penjualan perseroan tahun ini.
Baca Juga:
Penurunan Harga Terigu Bersamaan Penguatan Rupiah, Begini Prospek Terbaru Saham Indofood (INDF)Perseroan juga akan mendapatkan angin segar dari penguatan nilai tukar rupiah. Berdasarkan perhitungan, setiap penguatan nilai tukar rupiah sebesar 1%, laba bersih ICBP bisa naik hingga 4%.
Dengan berbagai faktor tersebut, RHB Sekuritas merevisi naik target harga saham ICBP menjadi Rp 12.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






