Jumat, 15 Mei 2026

Siapkan US$ 250 Juta, Bayan (BYAN) Bidik Penjualan Batu Bara hingga 48 Juta Ton

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Apr 2023 | 09:37 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan batu bara Bayan Resources. (Foto: Perseroan)
Aktivitas pertambangan batu bara Bayan Resources. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menargetkan volume produksi dan penjualan sebanyak 42-48 juta ton batu bara sepanjang tahun 2023. Angka tersebut lebih besar dari realisasi tahun 2022 yang sebanyak 39,9 juta ton batu bara.

Bayan juga memperkirakan rasio pengupasan tanah meningkat menjadi 4-4,5 kali pada 2023 dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 3,9 kali.

Manajemen Bayan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa belanja modal tahun ini disiapkan sekitar US$ 220-250 juta. Proyek ini lebih besar dari  realisasi belanja modal perseroan tahun lalu yang sebesar US$ 207,9 juta.

ADVERTISEMENT

Sedangkan rata-rata harga jual batu bara emiten berkode saham BYAN ini diperkirakan berada dalam rentang US$ 80-90 per ton. BYAN menargetkan sekitar 30,5 juta ton batu bara tahun ini akan dijual dengan menggunakan harga mengambang dan sekitar 13,8 juta ton dengan menggunakan harga kontrak.

Terkait proyeksi harga jual tahun ini, menurut data BYAN, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar US$ 117,9 per ton dan lebih tinggi dari realisasi tahun 2021 sekitar US$ 70,7 per ton.

Tahun lalu, BYAN membukukan lonjakan laba bersih menjadi US$ 2,3 miliar dibandingkan realisasi tahun 2021 yang sebesar US$ 1,26 miliar. Begitu juga dengan pendapatan melesat dari US$ 2,85 miliar menjadi US$ 4,7 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia