Mesin Pertumbuhan Baru Emiten Grup Djarum (TOWR), Intip Potensi Cuan Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, memiliki mesin pertumbuhan baru tahun ini yaitu bisnis fiber optik yang sedang berkembang pesat. Dengan adanya merger antara operator telekomunikasi yang diprediksi membatasi bisnis menara, bisnis fiber dan konektivitas melalui iForte akan menjadi motor bagi kinerja keuangan Sarana Menara.
Analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond mengungkapkan, bisnis menara akan semakin terbatas di masa depan karena rasionalisasi lokasi dari operator yang bergabung. Di sisi lain, pendapatan Sarana Menara dari serat optik telah tumbuh signifikan sebesar 70% pada periode 2019-2022.
“Peningkatan yang kuat dalam permintaan serat didukung oleh operator telekomunikasi, yang telah meningkatkan jaringan serat mereka dan berekspansi ke pasar fixed broadband menggunakan model asset-light,” tulis Richardson dalam riset terbaru.
Sarana Menara melaporkan pendapatan fiber sebesar Rp 657 miliar melesat 89,5% (QoQ) pada kuartal IV-2022, dengan total Rp 1,6 triliun di setahun penuh 2022 atau naik 72,2% (YoY). Pendapatan segmen fiber menyumbang 14,6% dari total pendapatan Sarana Menara.
Pendapatan fiber emiten berkode saham TOWR ini diharapkan meningkat dari Rp 2,3 triliun pada 2022 menjadi Rp 4 triliun hingga 2025 atau tumbuh secara tahunan (CAGR) 20.2%. Adapun kontribusi terhadap total pendapatan TOWR meningkat menjadi 30,7% di 2025 dibandingkan 20,8% pada 2022.
“Dalam hal margin bisnis fiber, margin EBITDA gabungan adalah 75%, dengan perincian FTTT sebesar 80%, FTTH berkisar antara 65%-73% tergantung pada komitmen pelanggan, dan konektivitas sebesar 70%,” jelas Richardson.
Saat ini, ekspansi ke bisnis FTTH sebagai mitra MNO portofolio fiber TOWR adalah salah satu dari tiga terbesar di Indonesia. “Dengan demikian, dengan jaringan yang luas dan keunggulan operasional yang kuat, kami percaya bahwa TOWR akan terus menangkap pertumbuhan permintaan fiber di masa depan,” sebut dia.
TOWR mengungkapkan bahwa operator telekomunikasi (EXCL dan ISAT) sedang mempertimbangkan untuk bermitra dengan perseroan, untuk rencana mereka menjalankan layanan fixed broadband (FTTH). Untuk strategi bisnis serat, pada tahun 2023, TOWR berencana menambah 30.000 km lagi dari sebelumnya 150.000 km FTTT yang sudah ada (per kuartal IV-2022).
TOWR juga mendapatkan home pass sebanyak 500 ribu dengan XL Axiata (EXCL), yang mana sebanyak 400 ribu telah dikirimkan pada kuartal I-2023. Untuk sepanjang 2023, TOWR berencana mengalokasikan capex sebesar Rp 5-6 triliun (flat YoY), dengan 50–55% digunakan untuk bisnis non-menara.
Perlambatan dalam bisnis menara Indosat (IOH) dan TOWR, akhirnya sepakat untuk merelokasi lokasi yang tumpang tindih untuk menggantikan kolokasi yang telah disepakati sebelumnya yang akan dibangun. Akibatnya, TOWR mengantisipasi penurunan 500 sewa lagi dari IOH pada tahun 2023 dan 2024. Perseroan juga berharap untuk menambah 800 menara Build-to-Suit (B2S) pada tahun 2023.
“Namun, kami mengantisipasi bahwa rasio penyewaannya akan turun menjadi 1,74 kali pada tahun 2025 dibanding 1,81 kali di tahun 2022, yang mengakibatkan pertumbuhan bisnis menara secara keseluruhan menjadi lebih lambat,” ungkap Richardson.
Dalam jangka panjang, pihaknya percaya bahwa relokasi IOH ke menara baru akan menarik kolokasi dari operator lain, meningkatkan rasio penyewa. Dengan mempertimbangkan semua hal, analis membuat perkiraan konservatif bahwa pendapatan menara akan datar selama 3 tahun ke depan, dengan CAGR hanya 0,9% dari 2022 hingga 2025.
“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 1.270, yang menyiratkan EV/EBITDA 2023 sebesar 11,1 kali. Saham TOWR saat ini diperdagangkan pada EV/EBITDA 9,6 kali atau masih menarik dibandingkan TBIG yang sebesar 12,9 kali dan MTEL 9,9 kali,” tandas Richadson.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham TOWR bertengger di level Rp 1.000. Dengan demikian, saham TOWR masih berpotensi memberikan cuan sebesar 27%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






