Jumat, 15 Mei 2026

Didukung Pelanggan Loyal, Pendapatan GOTO Bertumbuh Pesat di Kuartal I-2023

Penulis : Parluhutan Situmorang
27 Apr 2023 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ist)
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ist)

JAKARTA, Investor.id –  PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan bruto double digit sepanjang kuartal I-2023. Meskipun perseroan memangkas secara agresif biaya insentif untuk pelanggan hingga 29%.

Laporan keuangan GOTO mengungkap bahwa pendapatan bruto naik 14% menjadi Rp 5,98 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebanyak Rp 5,23 triliun. Bahkan, pendapatan bersih melesat 123% menjadi Rp 3,3 triliun dari sebelumnya hanya Rp 1,58 triliun. Sementara itu, GTV mencapai Rp 148,5 trilun, naik 6% pada kurun waktu yang sama.

Manajemen perseroan mengungkap bahwa lonjakan pendapatan tersebut ditopang pelanggan loyal (profitable consumers). Hingga kuartal I-2023, GOTO mencatat jumlah konsumen profitabel tetap stabil atau lebih dari 70% dari total konsumen. Konsumen tersebut bertransaksi lebih sering dan berkontribusi lebih dari 70% terhadap total GTV Grup pada kuartal I-2023.

ADVERTISEMENT

GOTO mendefinisikan pelanggan loyal sebagai tipe konsumen yang tidak sensitif terhadap perubahan tarif dan sangat aktif bertransaksi. Pelanggan ini menggunakan aplikasi dipengaruhi faktor kebutuhan dan kenyamanan, bukan terpikat oleh promosi dan diskon.

Pertumbuhan pendapatan bruto biasanya berbanding lurus dengan kenaikan GTV lantaran  sumber utama pemasukan aplikasi berasal dari komisi transaksi. Tetapi, karena profitable consumers tidak terlalu peduli dengan promosi, GOTO berhasil menghemat biaya, sehingga berdampak terhadap pendapatan.

Biaya Insentif

GOTO menghabiskan biaya insentif untuk pelanggan hanya Rp 2,65 triliun pada kuartal I-2023. Jumlah ini turun signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,73 triliun. Data ini menunjukkan bahwa perseroan berhasil menghemat dana  Rp 1,08 triliun atau membaik 29%. Sementara itu, beban penjualan dan pemasaran juga berhasil dipangkas 50% dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 1,63 triliun pada kurun waktu yang sama.

Kontribusi pelanggan loyal terlihat di semua segmen usaha. Segmen on demand services (ODS) membukukan pertumbuhan pendapatan bruto 11,9% menjadi Rp 2,98 triliun (YoY). Bisnis e-commerce (Tokopedia) bertumbuh lebih tinggi mencapai 20,7% menjadi Rp 2,25 triliun. Sedangkan GOTO finansial menghasilkan pendapatan bruto Rp 424 miliar, meningkat 25%.  

“Menjaga kedisiplinan biaya adalah hal penting untuk strategi jangka panjang kami lantaran basis biaya yang rendah akan memberikan kami fleksibilitas tambahan untuk mengalokasikan modal untuk percepatan pertumbuhan di masa depan,”  ujarn Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, dalam siaran pers (27/4).

Dia menjelaskan, posisi kas GoTo dan neraca keuangan tetap solid dengan jumlah uang tunai sebesar Rp 26,7 triliun serta fasilitas kredit sekitar Rp 4,65 triliun. “Kami optimistis akan mencapai arus kas operasional positif tanpa tambahan pendanaan eksternal,” katanya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia