Beban Promosi Turun 50%, GOTO Cetak Lonjakan Pendapatan Bersih 123%
JAKARTA, Investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan perbaikan signifikan yang ditunjukkan sejumlah indikator dalam laporan kinerja keuangan per kuartal I-2023. Perbaikan tersebut memperkuat keyakinan untuk mencapai profitabilitas sesuai target yang telah ditetapkan.
Pertama, GOTO untuk pertama kalinya mencatatkan margin kontribusi positif pada kuartal I-2023. Nilai margin kontribusi positif Rp 636 miliar pada kuartal I-2023 atau setara dengan 0,4% dari nilai transaksi bruto (GTV) grup secara konsolidasi. Angka tersebut jauh membaik, dibandingkan dengan kuartal I-2022 dengan rugi Rp 2,5 triliun.
Kedua, GOTO berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan bruto double digit pada kuartal I-2023. Meskipun biaya insentif untuk pelanggan dipangkas secara agresif hingga 29%. Laporan keuangan GOTO Pendapatan bruto perseroan naik 14% menjadi Rp 5,98 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebanyak Rp 5,23 triliun.
Ketiga, GOTO juga sukses mencetak lompatan pendapatan bersih sebanyak 123% menjadi Rp 3,3 triliun dari sebelumnya hanya Rp 1,58 triliun. Sementara itu, GTV mencapai Rp 148,5 trilun, naik 6% pada kurun waktu yang sama. Padahal, perseroan berhasil memangkas beban penjualan dan pemasaran hingga 50% dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 1,63 triliun pada kuartal I-2024.
Terkait lonjakan pendapatan tersebut, manajemen GOTO mengungkapkan, didukung strategi manajemen dalam melakukan monetisasi, penyesuaian tarif, dan pengendalian beban operasional secara menyeluruh. Monetisasi melalui sejumlah cara, yaitu meluncurkan layanan premium Gocar Luxe, integrasi order ride hailing dengan moda transportasi massal, mengintegrasikan sistem reward menjadi GoPayCoins, bisnis advertising hingga optimalisasi jaringan gudang pintar untuk ekspansi merchant Tokopedia.
“Pengelolaan beban operasional tetap secara cermat turut mendukung Perseroan dalam langkahnya mencapai profitabilitas, dan secara signifikan telah mengurangi biaya operasional serta tingkat cash burn. Menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan beban juga merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Perseroan, di mana basis biaya yang lebih rendah akan memberikan kami keleluasaan lebih besar untuk mengalokasikan modal demi percepatan pertumbuhan di masa depan,” kata. Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, dalam siaran pers (27/4).
Dia menjelaskan, posisi kas GoTo dan neraca keuangan tetap solid dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp26,7 triliun serta fasilitas kredit sekitar Rp4,65 triliun. “Kami optimistis akan mencapai arus kas operasional positif tanpa tambahan pendanaan eksternal.” katanya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






