Jumat, 15 Mei 2026

Penerbitan Surat Utang Kurang Marak, karena Tahun Politik?

Penulis : Ghafur Fadillah
27 Apr 2023 | 22:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi perusahaan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) hingga Maret 2023 memegang mandat untuk pemeringkatan surat utang senilai total Rp 60,22 triliun. Penerbitan surat utang yang didominasi oleh perusahaan swasta tersebut sebagian besar bertujuan untuk refinancing utang.

Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan Pefindo Niken Indriarsih mengatakan, dari jumlah mandat yang diterima, perusahaan swasta berencana menerbitkan obligasi Rp 32,17 triliun. Sedangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 28,05 triliun.

ADVERTISEMENT

"Jika berdasarkan sektornya, industri bubur kertas dan tisu atau pulp & paper serta multifinance jadi sektor terbesar dalam penerbitan surat utang. Sebagian besar untuk refinancing utang, modal kerja, dan ekspansi," kata Niken di Jakarta, Kamis (27/4/2023).

Dia mengungkapkan, terdapat empat perusahaan industri pulp & paper yang akan menerbitkan surat utang dengan nilai emisi Rp 11,6 triliun. Kemudian, sebanyak 9 perusahaan multifinance dengan nilai emisi Rp 7,9 triliun.

Sementara itu, hingga Maret 2023, Pefindo telah merealisasikan mandat pemeringkatan surat utang sebesar Rp 18,64 triliun, lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 31,82 triliun. Menurut Niken, hal itu karena memasuki tahun pemilu. “Apabila dilihat dari sisi penerbitan surat utang selama kuartal I-2023 memang turun menjadi Rp 28,12 triliun dari Rp 40,35 triliun," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, analis Pefindo Kreshna Dwinanta Armand mengatakan, tahun 2023 yang memasuki tahun politik bisa membuat perusahaan wait and see. Terlebih, kondisi perekonomian global masih sangat menantang. “Jumlah penerbitan surat utang tahun ini diperkirakan tidak sebesar tahun lalu," ujar dia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia