Jawab Kesetiaan Lo Kheng Hong, Saham Ini Merangkak Naik
JAKARTA, investor.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong tetap setia memiliki sebanyak 180.001.000 saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) atau sebanyak 5,1% per 31 Maret 2023. Jumlahnya masih sama dengan kepemilikan di bulan sebelumnya.
Selain Lo Kheng Hong, pemegang saham GJTL adalah Compagnie Financiere 10%, Denham Pte Ltd selaku pengendali 49,5%, dan masyarakat 35,4%.
Sepanjang 2022, GJTL membukukan rugi bersih tahun berjalan Rp 190,57 miliar. Padahal di tahun sebelumnya, produsen ban ini masih mencetak laba bersih tahun berjalan Rp 74,02 miliar.
Sebenarnya, secara penjualan bersih, GJTL berhasil meningkatkan ke posisi Rp 17,17 triliun, dari sebelumnya Rp 15,34 triliun. Akan tetapi, beban pokok penjualan juga naik dari Rp 13,21 triliun ke Rp 14,81 triliun.
Selain itu, pada 2022, terdapat beban penjualan yang mencapai Rp 1 triliun. Pada 2021 angkanya Rp 759,14 miliar. Juga tercatat kerugian kurs mata uang asing – bersih Rp 239,13 miliar dan bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp 106,78 miliar.
Jumlah aset per 31 Desember 2022 adalah Rp 19,01 triliun, liabilitas Rp 11,79 triliun, dan ekuitas Rp 7,22 triliun.
Jawab Kesetiaan
Pada 2022, perseroan mencatatkan penerimaan kas dari pelanggan Rp 18,6 triliun, serta pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan Rp 17,28 triliun. Sehingga kas dihasilkan dari operasi Rp 1,31 triliun. Sementara kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi Rp 721,19 miliar, meningkat dari 2021 Rp 294,41 miliar.
Seolah menjawab kesetiaan Lo Kheng Hong, saham Gajah Tunggal merangkak naik. Pada perdagangan Kamis (27/4/2023), GJTL ditutup ke Rp 665 atau naik tipis 0,76%. Namun dalam satu bulan terakhir melompat 10,83%, secara year to date (ytd) melesat 17,70%, dan dalam 3 tahun terakhir terbang 114,52%.
Sementara itu, pada buku Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia karya Lukas Setia Atmaja, disebutkan bahwa pada 8 Januari 2021 tersebar berita bahwa Lo Kheng Hong memiliki lebih dari 5% saham GJTL.
Rupa-rupanya, sebut Lukas pada buku tersebut, saat pandemi tahun 2020, Lo Kheng Hong memborong banyak saham GJTL. Saat itu harga GJTL berkisar antara Rp 260-550. PER (price earning ratio) selama 3 kuartal pertama tahun 2020 adalah negatif karena GJTL merugi, sedangkan PBV (prive to book value) berkisar 0,2 hingga 0,4.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






