Mitratel (MTEL) Laba Bersihnya Naik Segini
JAKARTA, investor.id - Emiten menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencatatkan pendapatan Rp 2,05 triliun pada kuartal I-2023, meningkat sekitar 9,8% dari kuartal I-2022 Rp 1,87 triliun.
Dalam laporan keuangan hingga 31 Maret 2023, anak usaha Telkom ini membukukan beban pokok pendapatan Rp 976,10 miliar. Angkanya lebih besar dari periode sama tahun lalu di Rp 952,36 miliar. Sementara laba bruto tercatat Rp 1,07 triliun, meningkat dari Rp 917,81 miliar.
Baca Juga:
Laba Bersih Indosat (ISAT) Melesat 621%Lebih lanjut, terdapat beban umum dan administrasi Rp 54,59 miliar, beban kompensasi karyawan Rp 74,15 miliar, beban usaha lainnya – neto Rp 2,05 miliar. Dan total beban usaha Rp 130,80 miliar. Sedangkan laba usaha MTEL pada kuartal I-2023 berjumlah Rp 948,40 miliar, naik dari Rp 813,80 miliar.
Laba sebelum beban pajak penghasilan Rp 559,58 miliar dan beban pajak – neto Rp 58,66 miliar. Alhasil laba tahun berjalan Mitratel pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 501,02 miliar, lebih besar 9,05% dari Rp 459,40 miliar di kuartal pertama tahun lalu.
Total aset per 31 Maret 2023 naik menjadi Rp 57,42 triliun, dari sebelumnya Rp 56,07 triliun per 31 Desember 2022. Liabilitas juga meningkat dari Rp 22,26 triliun ke Rp 23,11 triliun, serta ekuitas naik dari Rp 33,80 triliun menjadi Rp 34,31 triliun.
MTEL mencatatkan penerimaan kas dari konsumen di kuartal pertama tahun ini Rp 3,6 triliun. Adapun arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 2,21 triliun.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






