Penyaluran Kredit Bertumbuh 40%, GOTO Financial Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
JAKARTA, investor.id – Segmen bisnis layanan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yaitu GOTO Financial (GTF), mulai menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan bukan saja ditunjukkan oleh kenaikan nilai transaksi atau gross transaction value (GTV) dan nilai pinjaman, tapi margin kontribusi juga sudah positif.
Berdasarkan data, GOTO Financial membukukan nilai transaksi senilai Rp 91,5 triliun sampai kuartal I-2023, tumbuh 18% dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini menjadi penggerak utama pertumbuhan GTV GOTO yang berhasil naik 6% secara tahunan.
GOTO Financial juga mencatatkan lompatan nilai kredit ke pengguna. Hingga akhir Maret 2023, GOTO Financial telah meneruskan pinjaman (credit channeling) senilai Rp 831 miliar, tumbuh 40% dari kuartal sebelumnya. Meski nilainya masih relatif kecil, pencapaian ini telah membawa GOTO ke level baru di bisnis jasa keuangan.
Sejumlah analis memprediksi bahwa GOTO Financial bakal memainkan peran penting dalam mempercepat profitabilitas GOTO. Pasalnya, bisnis pembiayaan konsumen menjanjikan margin tinggi, sehingga dampaknya ke take rate bakal signifikan.
Baca Juga:
Cetak Margin Kontribusi Positif, Sejumlah Analis Ini Apresiasi Kinerja GOTO Kuartal I-2023Saat ini, take rate GOTO Financial masih di bawah 2% karena selama ini hanya mengandalkan komisi transaksi sebagai sumber pendapatan. Ekspansi ke bisnis lending, yang menghasilkan pendapatan bunga, tentu bakal melambungkan take rate GOTO Financial.
GOTO Financial menyumbang pendapatan bruto (gross revenue) senilai Rp 424 miliar pada kuartal I-2023, meningkat 25% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pendapatan kotor hanya tumbuh 25%, tetapi GOTO Financial berhasil membalikkan marjin kontribusi dari sebelumnya minus Rp 349 miliar menjadi surplus Rp 19 miliar atau membaik 105%.
Margin kontribusi adalah pendapatan bruto dikurangi beban pokok pendapatan, insentif dan biaya pemasaran produk. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Semakin efisien biaya yang dikeluarkan, maka semakin baik fundamental perusahaan. Margin kontribusi adalah fase terpenting menuju adjusted EBITDA positif.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






