Jumat, 15 Mei 2026

Penyaluran Kredit Bertumbuh 40%, GOTO Financial Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Penulis : Parluhutan Situmorang
2 Mei 2023 | 10:52 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)

JAKARTA, investor.id – Segmen bisnis layanan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yaitu GOTO Financial (GTF), mulai menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan bukan saja ditunjukkan oleh kenaikan nilai transaksi atau gross transaction value (GTV) dan nilai pinjaman, tapi margin kontribusi juga sudah positif.

Berdasarkan data, GOTO Financial membukukan nilai transaksi senilai Rp 91,5 triliun sampai kuartal I-2023, tumbuh 18% dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini menjadi penggerak utama pertumbuhan GTV GOTO yang berhasil naik 6% secara tahunan.

GOTO Financial juga mencatatkan lompatan nilai kredit ke pengguna. Hingga akhir Maret 2023, GOTO Financial telah meneruskan pinjaman (credit channeling) senilai Rp 831 miliar, tumbuh 40% dari kuartal sebelumnya. Meski nilainya masih relatif kecil, pencapaian ini telah membawa GOTO ke level baru di bisnis jasa keuangan.

ADVERTISEMENT

Sejumlah analis memprediksi bahwa GOTO Financial bakal memainkan peran penting dalam mempercepat profitabilitas GOTO. Pasalnya, bisnis pembiayaan konsumen menjanjikan margin tinggi, sehingga dampaknya ke take rate bakal signifikan.

Saat ini, take rate GOTO Financial masih di bawah 2% karena selama ini hanya mengandalkan komisi transaksi sebagai sumber pendapatan. Ekspansi ke bisnis lending, yang menghasilkan pendapatan bunga, tentu bakal melambungkan take rate GOTO Financial.

GOTO Financial menyumbang pendapatan bruto (gross revenue) senilai Rp 424 miliar pada kuartal I-2023, meningkat 25% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pendapatan kotor hanya tumbuh 25%, tetapi GOTO Financial berhasil membalikkan marjin kontribusi dari sebelumnya minus Rp 349 miliar menjadi surplus Rp 19 miliar atau membaik 105%.

Margin kontribusi adalah pendapatan bruto dikurangi beban pokok pendapatan, insentif dan biaya pemasaran produk. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Semakin efisien biaya yang dikeluarkan, maka semakin baik fundamental perusahaan. Margin kontribusi adalah fase terpenting menuju adjusted EBITDA positif.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia