Penyaluran Kredit Bertumbuh 40%, GOTO Financial Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Potensi Bisnis
GOTO memiliki peluang meningkatkan take rate dari GOTO Financial melalui bisnis pinjaman. Apalagi, saat ini, GOTO Financial baru menyasar segmen pengguna atau pelanggan melalui produk GopayLater Cicil. Jika pembiayaan terus diperluas ke para mitra usaha dan merchant, dalam bentuk kredit modal kerja, dampaknya bakal signifikan.
“Margin GoPayLater Cicil itu tinggi karena menyasar segmen konsumen dengan tenor pendek. Apalagi pengguna aktif GOTO besar sekali, ruang ekspansi masih terbuka lebar. Belum lagi jika GOTO tapping ke segmen mitra usaha serta merchant, ini yang akan menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis GOTO dan bisa mengantarkan perusahaan mencapai target adjusted EBITDA positif akhir tahun,” kata analis MNC Sekuritas Andrew Susilo.
Menurut dia, saat ini suku bunga cukup tinggi dan kredit konsumen memiliki yield menarik. Secara margin, setelah dikurangi cost of fund dan cost of credit, bisa mencapai 20%.
“Kalau berbicara size, kita bisa melihat pengguna platform yang eligible mengakses produk lending ini saja sampai 4 juta. Kita juga dapat melihat kompetitor seperti Sea Bank yang menjadi bagian dari Sea Ltd (Shopee) dan Bank Neo Commerce (BBYB), afiliasi dari Akulaku,” katanya.
Pada 2022, Seabank membukukan kredit senilai Rp15,8 triliun, melonjak 159% (yoy). Sementara, BBYB mencatat kredit Rp10,2 triliun, tumbuh 139,6%. Padahal, dalam menyalurkan kredit, Seabank hanya mengandalkan ekosistem platform e-commerce Shopee, melalui produk Spaylater (paylater) dan Spinjam (consumer finance). Sedangkan BBYB mengandalkan ekosistem Akulaku.
“GOTO yang memiliki ekosistem bisnis paling lengkap dan terintegrasi, mulai dari e-commerce, on demand service dan payment, tentu saja punya peluang sangat besar dari sisi skala. Yang ditunggu pelaku pasar dari bisnis GOTO Financial adalah kecepatan eksekusi dan kemampuan integrasi dengan Bank Jago,” kata Andrew.
Dia menjelaskan, GOTO bukan institusi bank, maka itu butuh Bank Jago sebagai sumber funding. Bank Jago butuh ekosistem GOTO untuk memperbesar penyaluran kredit. Jika keduanya tumbuh bersama, keduanya meraih benefit.
“Bagaimanapun GOTO adalah pemilik 21,9% saham Bank Jago. Dan, jangan lupa, Seabank dan Shopee sudah membuktikan dahsyatnya kolaborasi bank dengan ekosistem digital. Kunci sukses bisnis ini adalah sinergi dan integrasi antara GOTO dengan Bank Jago,” ujarnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






